Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | TRADISI PANDEAN - Wonokromo, Kota Surabaya, Prov. Jawa Timur |
Pandean atau pande besi sudah ada di Surabaya dan juga kerajaan-kerajaan kuna di Pulau Jawa lainnya. Pembuatan pandean ini sampai saat ini masih dilakukan secara tradisional. Alat-alat yang dihasilkan adalah alat-alat pertanian, bangunan, hingga perkapalan dengan bahan baku besi. Secera sistem kerja, pandean ini tergolong cukup sederhana namun membutuhkan tenaga manusia cukup besar. Sebelum ditempa, besi harus dipanaskan terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah pembuatan sekrup, lempengan besi yang digunakan harus dicetak terlebih dahulu kemudian setiap sisi sampingnya dihaluskan dengan menggunakan gerinda tangan.
Salah satu strategi yang digunakan oleh pengrajin pande besi untuk bertahan ditengah gempuran teknologi moderen adalah dengan memberikan garansi terhadap hasil pekerjaan mereka. Selain itu, pande besi tradisional dapat mengerjakan bentuk dan pola alat kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan si pemesan. Alat-alat yang dihasilkan pande besi tradisional juga memiliki estetika tersendiri yang khas dan unik. Hal inilah yang menjadi nilai lebih jika dibandingkan alat-alat buatan mesin pabrik yang cenderung monoton.
Ada dua jenis besi yang biasa digunakan para pengrajin pand besi. Jenis pertama dalah besi lunak, dimana setelah besi dipanaskan dalam tungku api kemudian baru ditempa. Karakteristik dari jenis besi ini lebih lunak dan mudah dibentuk. Jenis besi yang kedua adalah besi keras yang memiliki karakter besi lebih keras jika ditempa dan sulit untuk dibentuk sedemikian rupa.
Pada sekitar tahun 80-an pande besi masih banyak ditemui di sekitar Wonokromo, Jagir, dan Bratang. Namun saat ini paengrajin pande besi di daerah Wonokromo sudah tidak ada lagi dan hanya tinggal di Jagir dan Bratang dengan jumlah pengrajin yang tidak kian hari kian tidak memiliki generasi penerus.