Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Anyaman Bambu - Pacitan, Jawa Timur
Sejarah: Anyaman bamboo sudah dikenal dan digunakan sejak dahulu kala. Seni menganyam telah menghasilkan berbagai bentuk kerajinan bambu untuk berbagai keperluan. Banyaknya pohon bamboo sebagai bahan dasar anyaman memberikan banyak peluang msyarakat untuk berproduksi kerajinan anyaman bamboo. Produksi anyaman bamboo dari caping, sampai peralatan rumah tangga dahulu merupakan peraltan dominan yng digunakan sehari-hari. Namun dengan membanjirnya plastik terjadi perubahan penggunaan anyaman bamboo, karena peraltan dari plastik dianggap lebih praktis. Diantara produk kerajinan yang dapat dibuat dengan bahan bambu adalah berupa: keranjang, tikar, krei/blind, panel, bilik-bilik atau dinding bambu, plafond, pembatas ruang, alat tulis, dan masih banyak lagi produk kerajinan lainnya yang berbahan bambu. Untuk aplikasi pada produk kerajinan biasanya bambu diawetkan dengan bahan pengawet boric acid, dengan kadar rendah. Ini berguna untuk mencegah bahan iratan bambu terkena jamur. Deskripsi: Tanaman bambu di Kabupaten Pacitan tersebar diseluruh kecamatan. Memiliki area seluas 1.896 Ha. Tanaman bambu itu sendiri diproduksi menjadi anyaman bambu, kemarang dan lain-lain. Industri anyaman bambu saat ini berjumlah 635 unit dengan tenaga kerja 1.331 orang dan jumlah produksi sebanyak 904.320 buah pertahun. Untuk daerah pemasarannya ke Pacitan dan Wonogiri. Rotan, bahan Baku bambu cukup banyak terdapat di sekitar sentra industri ini, sehingga cukup mendukung kegiatan industri rakyat serta adanya tenaga trampil dan murah. Beberapa jenis produksi seperti tempat koran/majalah, meja kursi, menyekat ruangan, kipas keranjang dan lain-lain. Daerah pemasarannya adalah disamping untuk keperluan domestik, produk industri kecil dipasarkan ke yogyakarta, jakarta serta diekspor ke luar negeri melalui perantara eksportir CV Mande Handicraft Jakarta. mengirat (memenyayat) ruas-ruas bambu apus menjadi tipis dan lemas. Tangannya sangat cekatan merapikan dan menghaluskan pecahan bambu yang semula tebal menjadi semacam lingkaran sebesar ban vespa. Dan dengan cekatan pula menali lingkaran tersebut agar tidak budar (lepas). Lingkaran tersebut dipakai sebagai batas anyaman sekaligus pelindung anyaman agar tidak mekar, bobol (brodol), semacam frame yang berfungsi sebagai akhir dan pelindung anyaman. Daerah produsen anyaman bamboo tersebar di kecamatan: Nawangan, Kebonagung, Bandar, Tulakan, Ngadirojo, Sukodono, pringkuku, Punung, Donorojo, Arjsari, Tegalgondo. Produk yang dibut: capil, tompo, tampah, tomblok, tikar, kukusan, sangkar burung, senik, gedhek, sesek, gedhek, dan anyaman gedhek. Jenis nyaman baru tempat piring, tempat makan, kap lampu, tempat buah, tutup makan.