Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Celupan - Pacitan, Jawa Timur
Sejarah: Sepasang pengantin yang baru melangsungkan pernikahan diarak oleh sejumlah warga Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menuju sungai. Pasangan pengantin akan membasuh tangan dan mencelupkan kaki ke sungai. Konon tradisi ini sudah berlangsung turun temurun dan terus dilakukan hingga sekarang. Ritual ini sudah lama, dan sudah menjadi tradisi. Dengan melakoni ritual tersebut, kedua pasangan diharapkan betah di desa setempat, juga menjadi pasangan yang bahagia sampai mati. Deskripsi: Sepasang pengantin yang baru melangsungkan pernikahan diarak oleh sejumlah warga Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, menuju sungai. Pasangan pengantin akan membasuh tangan dan mencelupkan kaki ke sungai. Tradisi ini turun temurun yang diberi nama celupan. Warga percaya, ritual tersebut bisa membuat pasangan pengantin diterima warga sekitar dan bakal menjadi pasangan yang awet. Pasangan pengantin yang melaksanakan adat celup setelah melangsungkan akad nikah dan resepsi. Usai menjalani resepsi, keduanya bersiap melakukan tradisi celupan di Sungai Girindilu. Pengantin masih mengenakan pakaian pengantin lengkap. Sepanjang perjalanan menuju sungai, keduanya diwajibkan menyapa semua warga yang ditemui. Sesampai di sungai, keduanya membersihkan tangan dan mencelupkan kaki ke sungai. Ritual itu tidak dilakukan sembarangan, tapi dipimpin oleh sesepuh desa. Konon tradisi ini sudah berlangsung turun temurun dan terus dilakukan hingga sekarang. Tiap ritualnya memiliki makna. Proses kirab merupakan langkah memperkenalkan pasangan pengantin ke tengah-tengah warga, sedangkan celupan diartikan sebagai awal memulai hidup baru di desa setempat. Ritual ini sudah lama, dan memang sudah menjadi tradisi. Dengan melakoni ritual tersebut, kedua pasangan diharapkan betah di desa setempat, menjadi pasangan yang bahagia sampai mati.