Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKIRAB TUMPENG - Sambikerep, Surabaya Jawa Timur
Kirab Tumpeng merupakan salah satu rangkaian dari sedekah bumi di Desa Made Timur, Kec. Sambikerep, Surabaya Barat, Jawa Timur. Kirab tumpeng terdiri dari banyak tumpeng dengan ukuran besar yang diarak menuju ke punden. Kirab ini terdiri dari anchak dan tumpeng. Anchak adalah rangkaian hasil bumi yang di dalamnya berupa tumpeng. Sedangkan tumpeng sendiri adalah nasi berbentuk kerucut dengan wadah tampah dan dikelilingi dengan urap dan lauk pauk termasuk ayam panggan. Bentuk anchak dapat bermacam-macam tergantung dari variasi pembuatnya misal berbentuk ayam jago, pendopo, kereta kencana, ular naga dan lain-lain. Jauh hari sebelum diadakan kirab tumpeng, terlebih dahulu dibuat kerangka anchak berbahan kayu, bambu, kawat, kardus, kertas yang digambari dan diwarnai dengan menurut kreativitas pembuatnya. Setelah kerangka anchak yang diinginkan jadi, maka langkah selanjutnya adalah merangkai buah-buahan dan sayur mayur hasil bumi, kue tradisional, dan kerupuk dan rengginang. Selain itu juga ditambah dengan cabai, tomat, pare, gambas, timun, terong, kembang kol, kangkung, labu, sawi, dan aneka sayur mayur lainnya. Anchak juga dihias dengan janur dan bunga. Dibagian atas anchak akan dikibarkan uang senilai antara Rp. 10.000 - Rp. 50.000. Nasi tumpeng diletakkan ditengah-tengah anchak bersama dengan kue tradisional lainnya, seperti tape ketan, koci-koci, kucur, dan lainnya. Berat anchak yang telah jadi dapat mencapai 15 kilogram. Setiap wilayah membawa anchak yang akan dikirab bersama puluhan nasi tumpeng menuju ke punden yang merupakan prosesi dari sedekah bumi. Sesampainya di punden semua tumpeng diletakkan di satu tempat untuk kemudian diadakann prosesi ruwatan. Setelah proseso ruwatan selesai, maka semua orang yang hadir dipersilakan untuk memperebutkan makanan yang ada di anchak. Setelah acara di punden selesai, mala selanjutnya adalah menerima tamu yang datang ke rumah atau biasa disebut unjung-unjung.