Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tari Lawet - Kebumen, Jawa Tengah |
Sejarah : Menggambarkan atau menceritakan tentang aktifitas burung lawet dalam mencari makan sampai kembali ke sarangnya. Diperagakan minimal 2 orang penari perempuan. Durasi 10 menit.
Dilaksanakan pada saat ada kegiatan untuk memeriahkan suatu acara/ resepsi.
Tari lawet mulai diciptakan bulan Februari 1989, dikarenakan bupati menghendaki adanya tarian masal khas Kebumen pada pembukaan Jambore Daerah tingkat Jateng di Widoro, maka mulai diciptakan Tari Lawet yang ditarikan kurang lebih 200 orang penari. Tari Lawet merupakan refleksi budaya dari ciri khas Kebumen yang terkenal dengan sarang burung lawetnya. Sebelum membuat, beliau melakukan survey ke Karang bolong untuk mendapatkan inspirasi. Beliau melihat air samudra, orang yang sedang memanjat, gerak lincah burung Lawet yang sedang terbang. Burung lawet termasuk burung kebanggaan Kebumen yang dapat menghasilkan sarang burung lawet yang harganya sangat mahal. Gerakan tari lawet lincah dan ceria, sesuai dengan burung lawet tersebut. Makna tari lawet yaitu menggambarkan kehidupan burung yang berusaha hidup untuk mencari makan sehari-hari.
Deskripsi : Gerakan tari lawet antara lain: ngulet/angklingan, didis, loncat egot, lenggut, ukel nyutuk, lincah nyucuk, kepetan.
Musik iringan tari lawet disebut “Lawet Aneba“ (Laras Pelog Patet Barang). Berikut adalah syairnya: “bambang wetan pratandha wis gagat enjang. Sesamberana rebut marga mbarubut saking gua Karang bolong peksi lawet ireng menges wulune cukat trengginas katon gembira aneg luhuring samudra gung ngupa boga tumekaning surya anda lidir pra lawet bali maring gua”. Syair tersebut menceritakan tentang burung Lawet pada waktu bangun tidur lalu keluar gua untuk mencari makan.
kostum tari lawetnya sendiri. Kostum tari Lawet yang lengkap yaitu: (1) Jamang dan Garuda Mungkur, bentuknya burung lawet,warnanya kuning emas, (2) Baju, berwarna hitam dibagian depan berseret putih, (3) Celana berwarna hitam, (4) Sayap warnanya hitam bergambar bulu, (5) Kalung Kace, warna dasarnya merah dihiasi dengan warna kuning emas, (6) Stagen/benting/sabuk berwarna Merah, (7) Slepe, warna dasarnya merah dihiasai kuning emas, (8) Ancal, warna dasarnya merah dihiasi kuning emas, (9) Rampek, warnanya biru,menggambarkan pancaran air laut, (10) Sonder, warnanya putih,garis tepinya biru, bergambar lekukan bagaikan gelombang laut, (11) Ringgel/gelang kaki, berwarna kuning emas.