Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Apeman Yaqowiyu Jatinom - Kab. Klaten, Jawa tengah
Sejarah: Pada jaman dahulu di Desa Jatinom hidup seorang tokoh masyarakat yang sangat terkenal bernama Ki ageng Gribig, ia merupakan cikal bakal Desa Jatinom ini, pada waktu itu di bulan Puasa setiap sore Masjid Besar Jatinom dipergunakan untuk darusan anak cucu Ki ageng Gribig. Sedangkan Ki Ageng tidak dapat ikut darusan tersebut karena ia saat itu baru pergi ke Mekah untuk menunaikan sholat tarawih di sana.Sepulang dari Mekah barulah memimpin sholat tarawih di Masjid Besar Jatinom. Ki Ageng Gribig sering berziarah ke Mekah bersama Kanjeng sultan Agung Mataram. Pada suatu hari Jumat tanggal 15 Sapar waktu zarah di Mekah mendapat 3 buah apem yang masih hangat. Setibanya di jatinom apem tadi masih hangat, lalu dibagi-bagikan kepada anak cuucunya sambil berkata: yaqowiyu, yaqowiyu, yaqowiyu yang artinya Allah Maha Kuat. Ternyata apemnya kurang, lalu Ki Ageng menyuruh Nyi Ageng membuat apem untuk dibagikan kepada yang belum mendapatkannya. Nyi Ageng dalam membuat apem diikuti masyarakat Jatinom dan sekitarnya, selanjutnya setiap bulan Sapar di hari Jumat sekitar tanggal 15 Ki Ageng beserta masyarakat Jatinom membuat sedhekah apem untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. Tradisi ini kemudian dikenal dengan nama apeman Yaqowiyu Jatinom. Deskripsi: Upacara adat apeman Yaqowiyu diselenggarakan setiap tahun sekali yaitu pada hari Jumat antara tangga 12 – 15 Sapar. Waktu puncak upacara dilaksanakan setelah Sholat Jumat bertempat di lingkungan Masjid Besar Jatinom. Sehari sebelum puncak upacara masyarakat Desa Jatinom membuat apem yang kemudian dibentuk menyerupai gunungan. Gunungan apem tersebut kemudian dibawa ke Masjid Besar Jatinom. Setelah selesai sholat Jumat gunungan apem tersebut dibawa ketempat upacara yang terletak di halaman masjid dan ditempatkan pada panggung yang telah disiapkan. Upacara diawali dengan doa yang disampaikan oleh sesepuh upacara, setelah doa selesai kemudian apem dibagian kepada masyarakat oleh para petugas dengan cara disebar dari atas panggung. Menurut kepercayaan masyarakat pendukungnya apabila mereka bisa mendapatkan apem tersebut maka mereka akan mendapat berkah.