Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Syawalan Desa Jimbung - Kab. Klaten, Jawa Tengah |
Sejarah:
Upacara adat Syawalan Desa Jimbung diselenggarakan untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi berkah sehingga hasil panennya melimpah dan memohon agar tahun-tahun yang akan datang hasil pertanian dan peternakannya akan semakin baik. Kecuali itu upacara syawalan Desa Jimbung juga bertujuan untuk memetri adat kebiasaan orang-orang tua yang sudah turun-temurun sebagai ucapan terima kasih, atas karunia-Nya sehingga panen yang dihasilkan dapat berhasil dengan baik sehingga hasil panen itu dapat menambah kemakmuran masyarakat setempat.
Masyarakat Desa Jimbung akan merasa lega dan puas apabila telah melakukan Syawalan desa Jimbung ini dengan baik. Dengan mengucap syukur kepada Tuhan karena apa yang dicitakannya telah berhasil dengan baik seperti keberhasilan di dalam sekolah, berdagang ataupun berkarya dibidang pekerjaan lain.
Upacara adat Syawalan Desa Jimbung diselenggarakan pada setiap tanggal 8 Syawal atau 7 hari setelah pelaksanaan Sholat Idul Fitri Adapun waktu puncak upacara dilaksanakan pada jam 11.00 siang dan tempat dilaksanakannya upacara ini yaitu lingkungan bukit Sidoguro.
Deskripsi:
Pada pukul 10.00 pagi di hari puncak upacara yaitu pada tanggal 8 Syawal, semua persiapan upacara syawalan Desa jimbung telah selesai maka dimulailah rangkaian puncak upacara yaitu diawali dengan arak-arakan gunungan kupat dari ujung jalan Desa Jimbung menuju ke tempat upacara di bukit Sidoguro perjalanan arak-arakan menempuh jarak kurang lebih 500 m. Arak-arakan diawali dengan manggalayuda atau cucuk lampah yang dilakukan oleh Kepala Desa Jimbung, kemudian barisan putri dhomas da satria bagus yang membawa ubarampe sesaji disusul barisan pembawa sesaji tumpeng kupat dan dibelakangnya barisan musik terbangan. Setelah sampai ditempat upacara yaitu di bukit Sidoguro. Sementara itu ara undangan yang terdiri para pejabat di lingkungan Pemda Kabupeten Klaten yang terdiri antara lain Bupati, Ketua DPRD, para kepala Disnas dan undangan lainnya sudah hadir di tempat upacara yang terletak di puncak perbukitan Sidoguro.
Setelah arak-arakan sampai ditempat upacara kemudian dilakukan penyerahan sesaji upacara yang dilakukan oleh manggalayuda kepada Bapak Bupati Klaten dengan diiringi upacapan kata maksud dan tujuan penyelenggaraan syawalan Desa Jimbung ini, kemudian dilanjutkan dengan sambutan penerimaan sesaji oleh Bupati, diteruskan dengan doa yang dilakukan oleh Kaur Kesra Desa Jimbung, setelah doa selesai kemudian tumpeng kupat sesaji dibagikan kepada masyarakat yang memerlukannya. Dalam membagi sesaji ini banyak masyarakat tidak sabar sehingga terjadilah rebutan sesaji secara beramai-ramai. Masyarakat pendukung upacara ini merasa lega bila bisa mendapatkan saah satu sesaji tersebut, karena mereka percaya dengan mendapatkan sesaji berarti bisa ngalab berkah dari para leluhurnya.