Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | TORON TANA - BANGKALAN, JAWA TIMUR |
Sejarah:
UPACARA ADAT TORON TANAH adalah semacam tradisi selamatan untuk bayi berusia 7 bulan. Tradisi upacara tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, ketika pemerintahan di Bangkalan masih bersifat kerajaan. Tata laksana dalam tradisi upacara tersebut, mula-mula sebelum acara dimulai, terlebih dahulu dibacakan doa untuk si bayi oleh seorang kiai. Setelah dibacakan doa, si bayi laku dimandikan, kemudian didandani (diberi pakaian yang baru/bagus). Selanjutnya, si bayi dipegangi untuk diinjakkan pada tetel (juadah) yang sudah disiapkan, kemudian dipanjatkan pada tangga yang terbuat dari batang tebu hitam, lalu diturunkan lagi. Selanjutnya anak didudukkan di dekat sesaji yang terdiri dari Al Qur’amng terdiri dari Al Qur’an, buku, bolpoint, pinsil, penghapus, uang, kain perca, perhiasan, padi bulisan, jagung utuh. Anak disuruh mengambil sesaji yang disediakan. apa yang diambil pertama kali oleh si anak, biasanya kemudian dimaknai sebagai gambaran masa depan si anak kelak setelah dewasa. Jika yang pertama kali dipegang adalah Al Qur’an, ditafsirkan kelak si anak anak menjadi seorang ahli agama. Jika yang diambil alat tulis, kelak si anak akan menjadi ahli ilmu. Jika yang diambil uang, kelak si anak akan menjadi orang kaya. Jika yang diambil jagung atau padi, kelak si anak akan menjadi petani, dan sebagainya.
Deskripsi:
Sampai saat ini tradisi adat UPACARA ADAT TORON TANA dalam kehidupan masyarakat Bangkalan masih dilaksanakan dengan baik