Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTOPA’ LADHÂ - BANGKALAN, JAWA TIMUR
Sejarah: TOPA’ LADHÂ pada jaman dahulu merupakan makanan khas sajian keluarga bangsawan (keturunan kraton) Bangkalan Madura. Makanan tersebut selalu disajikan pada waktu lebaran ketupat (telasan topa’/ketupat), yaitu pada hari raya Idul Fitri hari ke tujuh. Akan tetapi pada masa sekarang, makanan tersebut sudah dikenal secara luas oleh masyarakat umum di Kabupaten Bangkalan. Makanan tersebut kini selalu disajikan oleh masyarakat Bangkalan pada setiap hari raya ketupat (telasan topa’/ketupat), pada hari ke tujuh saat perayaan hari raya Idul Fitri. Bahan pembuatan TOPA’ LADHÂ terdiri dari: 1. Daging sapi, usus/iso’, jeroan/bhâbhât/babad. 2. Potongan kacang panjang sepanjang 5-6 cm diikat secukupnya (masing-masing ikatan 5 potong), kelapa cukup tua, sambal jagung (jagung kering utuh digoreng ditambahkan kencur, daun jeruk, cabe merah lalu ditumbuk halus). 3. Sambal urab, terbuat dari kelapa agak muda diparut, diberi bumbu urab (ketumbar, daun jeruk, kencur laos, cabe, dan bawang putih). Cara membuat, semua bumbu dihaluskan kemudian dicampurkan pada parudan kelapa, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. 4. Taoge pendek mentah dan cabe rawit hijau utuh. 5. Sambal goreng kentang (kering kentang +daging sapi disuwir kecil-kecil). 6. Sambal goreng basah (hati sapi dipotong dadu dimasak basah) 7. telur rebus digoreng utuh lalu dibelah Bumbu: I. kelapa parut disangrai (punggung kelapa jangan dikupas habis), merica disangrai, ketumbar + jinten disangrai. Semua yang disangrai ditumbuk halus sampai keluar minyak. II. Bawang putih, laos, jahe, kencur, kunyit, cabe merah, sedikit kemiri dan daun jeruk. Semua bumbu dihaluskan kecuali daun jeruk, kemudian digongso. III. Bumbu I dan II dimasukkan ke dalam rebusan daging, usus, babad yang sudah dipotong-potong, kemudian masukkan ikatan kacang panjang yang sudah direbus setengah matang, lalu direbus sampai matang, lalu ditambahkan garam dan bawang goreng. TOPA’ LADHÂ dimakan bersama topa’ (ketupat) pada hari ke tujuh setelah lebaran idul fitri. Deskripsi: Pada saat ini TOPA’ LADHÂ sudah tidak hanya merupakan menu sajian masyarakat bangsawan (keturunan kraton) Bangkalan, melainkan sudah menjadi menu khas masyarakat Bangkalan secara umum. Bahkan sekarang jika ingin menikmati menu tersebut tidak harus menunggu hari telasan topa’ (hari raya ketupat). Menu tersebut sekarang sudah dijula pada beberapa rumah makan tertentu di kota Bangkalan.