Sejarah:
UPACARA ADAT NAMEN TEMONE adalah tradisi adat di Kabupaten Bangkalan dalam rangka menanam tembuni/ari-ari pada saat seorang ibu habis melahirkan. Tradisi ini sudah ada sejak jaman dahulu, ketika pemerintahan di Bangkalan masih bersifat kerajaan.
Tata laksana upacara adat namen temone, mula-mula tembuni (ari-ari) dibersihkan sampai bersih. kemudian dimasukkan ke dalam cete’ (kendil), lalu diberi bumbu, yaitu garam secukupnya, laos, kencur, kunyit, jahe, temu lawak, kemudian kendil ditutup dengan tutupnya yang sesuai. Selanjutnya cete’ (kendil) yang berisi ari-ari dan bumbu tadi ditanam dengan kedalaman secukupnya, dengan diiringi bacaan ‘basmallah’ dan ‘shalawat nabi. Diusahakan yang menanam tembuni adalah ayah si bayi, dengan terlebih dahulu mengambil ir wudhu serta dengan mengenaiakan pakaian rapi dan berpici. Setelah tembuni di tanam, di atasnya ditanami pohon pandan duri agar tidak diganggu binatang. Se;ain itu, selama 40 hari, di tempan penanaman tembuni diberi lampu.
Deskripsi:
Sampai saat ini upacara adat NAMEN TEMONE di masyarakat Bangkalan masih dilaksanakan dengan baik