Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCOLPAK BUJEL - BANGKALAN, JAWA TIMUR
Sejarah: UPACARA ADAT COLPAK BUJEL sudah ada sejak jaman dahulu, ketika pemerintahan di Bangkalam masih bersifat kerajaan. UPACARA ADAT COLPAK BUJEL merupakan tradisi turun temurun sebagai upacara selamatan untuk seorang bayi yang baru saja lepas tali pusatnya. Tata laksana upacara adat COLPAK BUJEL mula-mula bujel (tali pusat) yang sudah kering dan terlepas dengan sendirinya dari pusar diambil dengan cara dijepit dengan penjepit yang terbuat dari bambu. Di atas jepitan, pada ujungnya diberi cabe merah, terus diikat dan disimpan dalam kain putih. Tali pusat bayi terus disimpan dengan baik. Kelak jika si anak sakit bisa dipakai untuk mengobati dengan cara, tali pusat tersebut direndam dengan air, kemudian airnya diborehkan pada tubuh si anak. Selanjutnya diadakan selamatan COLPAK BUJEL dengan tajin COLPAK BUJEL sekaligus untuk memberi nama si bayi. Jika bayinya perempuan, tjin COLPAK BUJEL-nya berupa bubur merah putih, yaitu dua macam bubur beras, satu diberi gula merah, yang satunya tanpa gula sehingga warnanya putih. Kedua jenis bubur tersebut diambil, ditempatkan pada sebuah piring berdampingan, atau bawah merah atas putih. Jika bayinya laki-laki, tajin COLPAK BUJEL-nya berupa tajin pedis, yaitu bubur gurih dengan bumbu merica (seperti tajin untuk berbuka puasa). Tajin COLPAK BUJEL diantar kepada para tetangga terdekat, sembari meberitahukan nama si bayi. Deskripsi: Sampai saat ini UPACARA ADAT COLPAK BUJEL dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bangkalan masih dilaksanakan dengan baik.