Sejarah:
UPACARA ADAT BÂNGLÂNGKANGKA’ adalah semacam tradisi selamatan untuk seorang bayi ketika berusia 40 hari. Tradisi adat tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, ketika pemerintahan di Bangkalan masih bersifat kerajaan. Adapun tata laksana dalam upacara adat BÂNGLÂNGKANGKA’ adalah sebagai berikut.
Mula-mula mengundang anak-anak kecil yang tinggal di sekitar rumah untuk berkenduri. Selanjutnya tuan rumah menyiapkan sesaji berupa nasi, urap (sayur dan urap kelapa), tempe goreng, telor dadar diiris halus, peyek, ayam, daging (sesuai kemampuan). Sesaji didoakan oleh seorang kiai, diamini oleh anak-anak yang diundang. Setelah sajian disoakan lalu dibagikan kepada anakpanak yang mengamini.
Deskripsi:
Sampai saat ini upacara adat BÂNGLÂNGKANGKA’ dalam kehidupan masyarakat Bangkalan masih dilaksanakan dengan baik