Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCerita Rakyat Nyi Girah (Calon Arang) - Kediri, Jawa Timur
Sejarah: Calon Arang adalah tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali . Tidak diketahui siapa yang mengarang cerita ini. Salinan teks Latin yang sangat penting berada di Belanda, yaitu di Bijdragen Koninklijke Instituut. Diceritakan bahwa ia adalah seotang janda pengguna ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit. Deskripsi: Legenda Calonarang bersetting pada abad XI yang menceriterakan bahwa pada masa Airlangga (Kerajaan Kahuripan), hidup seorang janda sakti yang berasal dari Desa Gurah (randa ring Girah) yang bernama Nyi Girah atau disebut sebagai Calonarang. Sosok Calonarang ini diberitakan gemar menebar tenung. Tenung tersebut disebarkan kepada seluruh masyarakat Kahuripan yang mengakibatkan wabah dan membawa banyak korban. Diceritakan pula bahwa penduduk Kahuripan yang terkena tenung, apabila terkena pagi maka siang mati dan apabila terkena siang maka sore akan mati demikian seterusnya. Kondisi sedemikian itu membuat kegelisahan seluruh masyarakat di Kahuripan dan para pembesar Kahuripan. Airlangga setelah mendengar berita tersebut memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Calonarang sehingga inipun gagal dilaksanakan. Airlangga kemudian mengutus Mpu Bharada seorang pendeta Budha untuk menyelesaikan masalah ini dan segera mengalahkan Calonarang. Dari perintah Airlangga ini Pu Bharada mulai menyelidiki sebab-musabab menebar tenung dan mencelakai masyarakat di Kahuripan. Ternyata tenung yang disebarkan calonarang ini dikarenakan sakit hatinya terhadap masyarakat Kahuripan (laki-laki) yang tidak seorangpun mau memperistri Ratna Manggali anaknya. Dari penyelidikan ini, Pu Bharada mengutus seorang muridnya yang bernama Pu Bahula untuk melamar Ratna Manggali sekaligus menjadikannya mata-mata untuk mengetahui kelemahan Calonarang. Dan dari penuturan ratna Manggali, rahasia kesaktian Calonarang mulai terbongkar. Bahula berhasil mencuri kitab sakti Calonarang yang kemudian diberikan kepada Pu Bharada. Pada akhir cerita Calonarang ini disebutkan bahwa Pu Bharada setelah membaca kitab sakti milik Calonarang ini mengetahui kelemahannya sehingga dapat mengalahkan Calonarang.