Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Sinden Waranggana - Bojonegoro, Jawa Timur |
Deskripsi : Sebelum menjadi sinden, dulu menjadi waranggana tayub. Pengalaman jadi sinden belajar di Nganjuk, yang pada waktu itu belum banyak. Kalau tampil paling hanya satu. Keinginan menjadi sinden karena minat dan didorong orang tua yang pada waktu kurang mampu. Mulai belajar tahun 1975 selama 2 tahun, khusus sekolah seni suara. Caranya setiap hari masuk, setelah sebulan seminggu sekali.
Setelah belajar dua bulan ikut ngamen di kota maupun pelosok desa. Dulu juga ikut simbah ndhalang. Dulu sinden modelnya dikontrak pemilik gamelan, untuk tampil dipertunjukkan selama 1 tahun berupa emas misalnya 1ons. Kemudian nikah pada usia 16 tahun dapat suami seorang dalang, sehingga mendampingi suami ndalang. Menjadi sinden mulai masih muda sampai menikah umur 40 tahun baru berhenti.
Mendapat tanggapan untuk orang punya hajat menikahkan anaknya, khitan, kaul nadzar. Sekarang sudah ada generasi yang melanjutkan dan melatih seperti ibu Tegowati. Selain menjadi sinden, juga pernah menjadi pemain ketoprak. Gending yang ditembangkan pada waktu lebih berat karena gending baku dan klasik, sedangkan sekarang sudah yang baru seperti campursari. Belajar gending harus mengikuti not, jatuh pada not berapa harus mengetahui.
Sebetulnya mempunyai kader beberapa orang yang belajar dan sudah bisa meniru gaya atau cengkok tembang, tetapi sayangnya kader tersebut tidak bisa melanjutkan karirnya keburu menikah. Meskipun sudah menikah, masih ada yang terus mengembangkan karirnya sebagai sinden.