Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Batik Jember - Jember, Jawa Timur |
Sejarah:
Di daerah Jember, batik sudah dikenal sejak lama. Salah satu desa yang sejak lama menjadi sentra pembuatan batik adalah di Sumberpakem, Sumberjambe, Jember. Selain itu ada sebuah tempat yang sejak beberapa tahun lalu juga mengembangkan batik khas Jember yakni di Batik Rolla, Jalan Mawar, Jember. Batik di Sumberpakem masih bertahan dengan teknik membatik secara tradisional. Motif-motif yang dihasilkan adalah motif yang khas Jember yang dikembangkan dari ide lingkungann sekitar. Oleh karena sejak dahulu Jember menjadi penghasil tembakau dan kopi, maka batik Jember banyak yang motifnya memakai patron atau motif daun tembakau atau bunga kopi. Di samping itu untuk batik yang dikembangkan di Batik Rolla, di samping motif-motif khas Jember juga dikembangkan motif baru yang tetap dengan identitas Jember seperti batik JFC (Jember Fashion Carnaval).
Deskripsi:
Ada dua sentra industry batik batik di Jember , satu di Sumberpakem, Sumberjambe, dan satunya lagi di Jalan Mawar No.75 Jembar. Kerajinan batik di Sumberpakem telah muncul sejak lama. Mawardi salah seorang perajin batik mengatakan bahwa ketrampilannya membatik didapatkan dari generasi ke generasi (turun temurun) begitu juga dengan warga lainnya. Sedangkan batik di Jalan Mawar baru muncul sekitar tahun 2010. Kedua tempat tersebut mengembangkan batik cap dan batik tulis, dengan motif yang selalu memakai sentuhan khas Jember antara lain daun tembakau dan bunga kopi. Batik Rolla di Jalan Mawar juga mengembangkan batik dengan sentuhan identitas Jember yang muncul belum lama yakni Festival Jember Carnival.
Pembatik di Sumberpakem berasal dari warga desa setempat. Pemasaran hasil produknya masih dengan cara-cara tradisional , yakni melalui pemesanan atau informasi lisan. Namun kerajinan batik Rolla tenaga kerjanya berasal dari para pembatik Madura. Pemasarannya di samping dipajang di outlet di rumah sang pemilik yang sekaligus sebagai tempat produksi juga dilakukan memakai internet, sehingga informasinya bisa lebih luas.
Batik Rolla diawali dengan pelatihan atau memanggil guru (pembatik) dari daerah Pekalongan untuk mengajari para pembatik Jember. Para pembatik tersebut dipanggil oleh pemilik batik Rolla. Setelah mendapat pelatihan dalam menggoreskan canting, pewarnaan, hingga pelorodan malam, batik Rolla mulai berani mencoba membuat batik dan menjualnya. Pemasaran dilakukan dengan cara memajang di outlet, melalui internet , atau melayani pembelian on linedan juga dengan mengikuti pameran. Produk yang dihasilkan dengan bahan baku kain berupa kain sutera, primissima, primis. Sampai saat ini ada sekitar 35 pekerja yang bekerja di batik Rolla . Desain batik yang dihasilkan selain motif tembakau, kopi, JFC juga egrang, batik patrol, batik gowes. Intinya dengan mengikuti selera pasar tanpa. Menghilangkan identitas Jember.