Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Dolanan Dhukther - Yogyakarta, D.I. Yogyakarta |
Sejarah:
Dolanan Dhukther berasal dari singkatan kata “ndhudhuk” yang artinya menggali dan “ther” yang merupakan suara dari benda yang berbenturan. Dalam dolanan ini anak menggali tanah yang kemudian menimbulkan suara dari benturan dari alat yang digunakan. Suara Dhuk berasal dari anak-anak ketika sedang mebggali tanah. Sedangkan suara ther berasal dari suara alat untuk bermain tersebut. Dari hal tersebut kemudian anak-anak menamakan permaina tersebut dengan sebutan Dhukther.
Deskripsi:
Pada umumnya permainan Dhukther dilakukan oleh anak perempuan, namun tidak tertutup anak laki-lakipun kadang ikut bermain.
Permaina ini tidak memerlukan banyak gerakan fisik, namun yang dibutuhkan adalah kecermatan dan ketekunan dari setiap pemain. Sehingga wajar bila permainan ini lebih banyak disukai oleh anak-anak perempuan. Pada masa dahulu permainan dhuktheran dikenal di seluruh wilayah Yogyakarta.
Sebenarnya permainan ini sangat sederhana yaitu hanya membutuhkan tahan datar yang kemudian dilubangi dengan ekdalaman 3 cm dan lebar 5 cm dan biji benguk sebagai alat utamanya. Permainan ini bisa dilakukan di mana saja seperti di kebun. Halaman rumah, dan lainnya. Biasanya permainan Dhukther dilakukan oleh anak yang berusia antara 10 - 13 tahun.