Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Perahu Tenggelam - Kab. Sampang, Jawa Timur |
Sejarah:
Pulau Kambing di Kabupaten Sampang sebagian besar mesyarakatnya hidup sebagai nelayan di laut. Mata pencaharian yang terkait dengan kenelayanan melahirkan budaya yang ada kaitannya dengan kegiatan tersebut. Di masyarakat Pulai Kambing tumbuh sebuah tradisi yang berkaitan dengan alat yang dipakai untuk untuk melaut yakni perahu. Tradisi tersebut adalah tradisi menenggelamkan perahu atau disebut dengan Perahu Tenggelam.
Tradisi perahu tenggelam atau menenggelamkan perahu ini sudah ada sejak nenek moyang mereka menghuni pulau itu terutama nelayan yang berpenghuni di barat pantai. Prosesi Perahu Tenggelam ini sangat unik dan berbeda dengan tradisi yang lainnya. Upacara tradisi selalu di kaitkan dengan upaya membuang sial atau untuk mendapatkan keselamatan dalam menjalani kehidupan begitu juga yang dilakukan di Pulau Kambing Kabupaten Sampang Madura.Untuk membuang sial para nelayan sengaja membalikkan perahu atau mengisinya dengan air hingga penuh agar perahu tenggelam.
Deskripsi:
Setiap masyarakat memiliki upacara tradisi yang terkait dengansistem matapencaharian yang dijalaninya. Oleh karena itu ada upacara yang terkait dengan sistem pertanian yang hidup di masyarakat agraris dan ada juga yang terkait dengan laut dan kenelayanan bagi warga yang hidup dari potensi laut (nelayan). Upacara-upacara tersebut dilakukan warga sebagai ucap syukur dan juga permohonan agar kegiatan yang terkait dengan mata pencaharian mereka dan kehidupan para warga mendapat keselamatan. Salah satu upacara yang dilakukan oleh masyarakat di Pulau Kambing adalah tradisi perahu tenggelam (menenggelamkan perahu).
Upacara tradisi Perahu Tenggelam selalu dikaitkan dengan upaya membuang sial atau untuk mendapatkan keselamatan dalam menjalani kehidupan begitu juga yang dilakukan di Pulau Kambing Kabupaten Sampang Madura. Untuk membuang sial para nelayan sengaja membalikkan perahu atau mengisinya dengan air hingga penuh supaya perahu tenggelam.
Prosesi Upacara Perahu Tenggelam ini harus dilakukan sendiri, bahkan wajib dilakukan secara sembunyi-sembunyi supaya tidak ada orang lain yang melihatnya karena kalau ada orang lain yang melihat seseorang sedang melakukan upacara tradisi dengan menenggelamkan perahu maka orang tersebut kemungkinan akan membantu mengangkat perahu yang di tenggelamkan tersebut.
Bagi masyarakat Pulau Kambing, Sampang membantu mengangkat perahu yang tengah ditenggelamkan pada saat Upacara Perahu Tenggelam adalah pantangan. Mereka memercayai, kepedulian itu dianggap lancang dan melukai orang yang tengah menggelar Upacara Tradisi.
Lokasi untuk menenggelamkan perahu tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Upacara Tradisi Perahu Tenggelam ini biasanya dilakukan di depan makam Bangsacara Ragapadmi, yaitu nenek moyang yang dipercaya sebagai leluhur Pulau Kambing. Anehnya, meski upacara Perahu Tenggelam ini wajib dilakukan di depan makam Bangsacara dan Ragapadmi, tetapi upacara ini tidak ada hubungannya samasekali dengan mitos Bangsacara Ragapadmi yang populer di daerah itu.