Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Labuhan Merapi - Sleman, D.I . Yogyakarta |
Sejarah:
Labuhan Gunung Merapi di latarbelakangi cerita yang berkembang di masyarakat yaitu bertemunya Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul.
Upacara Labuhan tersebut berkaitan dengan melabuhnya berbagai uborampe oleh Kraton Yogyakarta ke Gunung Merapi..
Konon pada waktu panembahan Senopati melakukan laku prihatin (bertapa) di pantai selatan Jawa, ditemui oleh Kanjeng Ratu Kidul, yang maksudnya ingin membantu Panembahan Senopati menjadi raja yang besar kekuasaannya.
Selain akan membantu Panembahan Senopati, Ratu Kidul juga memberi telor yang disebut “edhog jagad”. Namun telor tersebut akhirnya diberikan kepada juru taman. Telor tersebut kemudian dimakan oleh juru taman. Akan tetapi setelah telor itu dimakan, ternyata juru taman berubah menjadi mahluk halus. Juru taman yang berubah menjadi mah;uk halus oleh Panembahan Senopati diberi tugas menjaga Kerajaan Mataram dan memberi kedudukan di Gunung Merapi dengan sebutan Ki Sapu Jagad.
Sebagai tanda terima kasih, Panembahan Senopati dan keturunannya memberi sesaji berujud makanan beserta perlengkapannya dalam bentuk labuhan.
Tujuan dilaksanakannya upacara labuhan merapi adalah agar Ki Sapu Jagad sebagai penunggu Gunung Merapi selalu menjaga keselamatan, keamanan, dan ketentraman wilayah Yogyakarta.
Deskripsi:
Upacara Labuhan di Gunung Merepai setiap tahunnya dilaksanakan oleh Kraton Yogyakarta. Pelaksanaan upacara labuhan Gunung Merapi ini jatuh pada tanggal 29 Rajab (tahun Hijrah), bertepatan dengan jumenengan Dalem.
Upacara Labuhan ini merupakan hajad Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana yang memerintah Kraton Yogyakarta. Sedang pelaksanaan upacara di Gunung Merapi diserahkan kepada juru kunci gunung tersebut.
Dalam prosesi upacara Labuhan Gunung Merapi diawali dengan pementasan karawitan. Kemudian dilanjutkan penyerahan sesaji (uborampe) dan diiringi oleh bergodo dan kelompok kesenian.
Pementasan seni karawitan dan penyerahan sesaji kepada juru kunci dilakukan sehari sebelum pelaksanaan puncak upacara Labuhan Gunung Merapi.
Pada malam hari sebelum acara puncak diadakan kenduri wilujengan, tirakatan dan pementasan wayang kulit.
Pagi hari tanggal 29 Rajab pada pukul 06.00 sampai 11.00 WIB pelaksanaan puncak upacara yaitu Labuhan Gungung Merapi. Pelaksanaan diawali arak-arakan uborampe dari rumah juru kunci menuju bangsal Manganti di Kendit Merapi.
Upacara Labuhan Gunung Merapi merupakan perwujudan doa persembahan kepada Tuhan atas rahmat dan anugerah yang diberikan kepada kraton dan penduduknya, Upacara ini juga sebagai penghormatan bagi para leluhur yang menjaga Gunung Merapi.
Upacara tersebut sampai kini masih disakralkan masyarakat Yogyakarta.
Upacara Labuhan Gunung Merapi diakhiri pembacaan doa yang dipimpin oleh juru kunci Gunung Marapi.