Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Dhalang Ruwatan - Bojonegoro, Jawa Timur |
Deskripsi : Mbah Sukijah merupakan dhalang wayang krucil khusus untuk ruwatan. Pengetahuan menjadi dhalang tidak melalui berguru atau belajar (tidak ada yang mengajari) dan merupakan dhalang sejati. Hal ini dimulai sekitar tahun 1982, yang awalnya mendapatkan wayang kulit Kresna di suatu tempat (sampah). Cerita yang sering dipentaskan dengan lakon cerita Panji, Minak, dan Anglingdarma.
Pada suatu hari ada orang yang meminta agar anaknya di ruwat, setelah kemana-mana berobat tidak kunjung sembuh. Orang tersebut mendapat petunjuk dari seorang paranormal untuk dibawa ke Mbah Sukijah.
Selain mendapatkan wayang Kresna, Mbah Sukijah juga mendapat sebuah Keris Nilam Upih. Keris tersebut datang sendiri secara ghoib. Dahulu keris tersebut pernah diberikan seseorang, tetapi kembali lagi ke Mbah Sukijah.
Sebelum meruwat, melakukan tirakat dengan berpuasa, bila tidak tujuh hari Kamis, tujuh hari Senin, bisa juga tiga hari Kamis, tiga hari Senin dilanjutkan tujuh hari. Dalam berpuasa ini hanya boleh minum air secangkir sehari semalam. Sesajen atau ubarampe untuk ruwatan cukup banyak, yaitu mori sak pengadek (kain mori 2 m), udeng bangu tolak (kain mori 1 m yang dicelupkan dalam tinta atau arang hitam), duringin tuwuh watu (kain motif batik), pari sebawon, kloso rangkep bantal abang, klopo sak kancet, pitik lanang wadon,, menyan sak rijal, pala 44, kupat, lepet, jenang abang, beras ketan digoreng lalu ditumbuk dengan gula dikepal bullat sebesar ibu jari, kendi 2, glali 2, piring 2, duwok 2, tumbu 2, dilah 2, jun, kekep, ngaron isi iwak urip, ngaron isi kembang setaman, ungkal 2, lengo tuwo 2, gedang setangkep, jambe, suruh, gambir, karok gringsing 2 takir, cok bakal 5, kembang macan kerah, lawe 2, rokok 2, sego bucu, panggang pitik di depan dhalang.
Karya budaya ini mempunyai fungsi sosial terhadap masyarakat yaitu dapat membantu atau menolong orang lain seperti halnya menyembuhkan penyakit lantaran dhalang Mbah Sukijah.