Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Dandan Kali - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sejarah: Asal mula upacara adat Dandan Kali kepuharjo menurut cerita yang berkembang di desa Kepuharjo adalah sebagai berikut masyarakat Desa Kepuharjo khususnya di Dusun Batur, Pagerjurang, dan Manggong sangat menyadari pentingnya memelihara sumber mata air. Di musim kapat atau kelima biasanya terjadi musim panas hingga air sulit didapat. Untuk mencegah terjadinya kekeringan, maka pada musim itu masyarakat membersihkan sekaligus memelihara lingkungan di sekitar mata air agar supaya air tetap selalu mengalir. Kata dandan dalam bahasa Jawa berarti memperbaiki, dandan kali berarti memperbaiki sungai. Pada kenyataannya bukan hanya sungai yang diperbaiki oleh masyarakat Kepuharjo, tetapi semua sumber air, yaitu mata air yang berupa sendang, belik, sungai, dan juga sumur. Upacara adat Dandan Kali dilaksanakan di Desa Kepuharjo dengan lokasi utama di Dusun Batu, Dusun Manggong, dan tepi Sungai Gendol. Waktu pelaksanaan upacara adat berdasarkan pranata mangsa yaitu i dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon pada saat mangsa kapat pada setiap tahunnnya. Apabila pada tahun tersebut pada mangsa kapat tidak ada hari Jumat Kliwon, maka pelaksanaan upacara pada mangsa berikutnya pada hari Jumat Kliwon.Upacara adat ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah yang berupa sumber air yang melimpah, yang mencukupi kebutuhan air bersih warga masyarakat. Dengan dilaksanakannya upacara setiap tahun, diharapkan kelestarian alam di sekitar sumber air selalu terjaga. Deskripsi: Deskripsi jalannya upacara adat Dandan Kali Kepuharjo: Upacara dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Tuk Bebeng dan Kali Gendol, dengan perlengkapan upacara terdiri dari: segala macam alat pertanian seperti cangkul, sabit, linggis, ember, sapu. Selain itu setelah pelaksanan dandan kali di laksanakan selamatan kenduri bertempat di tepi Kali Gendol dengan perlengkapan sesaji yang terdiri dari: a.Sesaji di mata air: api, kemenyan, sapit b.Sesaji untuk upacara tirakatan: tumpeng, panggang ayam, kembang telon, daun pisang, jajan pasar. c.Sesaji untuk upacara di sumur tua: tumpeng, kemenyan, nasi gurih, jajan pasar, bunga telon, panggang ayam, nasi ambeng. d.Sesaji untuk upacara di kali Gendhol: kembangsetaman, tumpeng beserta lauk pauk, panggang ayam, kemenyan, jajan pasar, beras e.Sesaji untuk kenduri di masing-masing pedukuhan: kembang telon, nasi ambeng, kemenyan dan daun pisang. f.Gulai kambing, yang di daerah itu disebut becekan