Deskripsi : Menurut cerita Oklik berasal dari adanya peristiwa di masa kerajaan dahulu, dimana banyak peristiwa perampokan di desa-desa. Pada suatu saat ada seorang Resy mendapat wisik agar masyarakat memotong pohon bambu, dan dipukul nyaring dengan irama tertentu. Kemudian mendirikan umbul-umbul, menanam toga, mendirikan cakruk (pos roda). Setelah dilaksanakan perampokanpun tidak ada lagi.
Kelompok terakhir Oklik tradisional berasal dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen. Kini, Oklik mulai lagi dikembangkan menjadi kesenian Bojonegoro. Nama Oklil diambil dari irama alat bambu yang dipukul. Pada saat bulan Ramadhan sering diadakan festival, yang sekaligus berfungsi sebagai sarana membangunkan saat sahur tiba.