Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tota’an - Jember, Jawa Timur |
Sejarah:
Sebagian masyarakat kita mengenal burung merpati sebagai simbol perdamaian. Selain itu, burung merpati juga dianggap sebagai simbol kesetiaan. Di Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, merpati mewakili sebuah tradisi panjang bernama Tota’an. Ada yang mengatakan, Tota’an berawal dari Kecamatan Semboro yang kemudian menyebar ke daerah lain di Jember, seperti Tanggul hingga Mangli di pusat Kota Jember.
Tradisi Tota’an merupakan tradisi yang terdapat di kalangan pecinta burung merpati. Acara ini digelar setahun dua kali. Mereka berkumpul dan menjadikan acara ini sebagai sarana menjalin persaudaraan Dalam acara ini, para penggemar burung merpati bertukar informasi seputar perawatan burung, sembari makan-makan.
Deskripsi:
Tradisi Tota’an merupakan tradisi yang terdapat di kalangan pecinta burung merpati, khususnya di Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Ada yang mengatakan, Tota’an berawal dari Kecamatan Semboro yang kemudian menyebar ke daerah lain di Jember, seperti Tanggul hingga Mangli di pusat Kota Jember. Apa makna kata Tota’an tidak diketahui dengan jelas.
Tradisi Tota’an diawali dengan melepas sepasang burung merpati dari dua daerah yang berbeda. Dua merpati itu mewakili mata angin, dan disebut dengan pengantin barat dan pengantin timur. Setelah pasangan pengantin itu diterbangkan, para penyuka merpati di sekitar Jember berkumpul di tengah lapangan, untuk melepaskan ribuan burung merpati milik masing-masing orang. Biasanya para pemiliki merpati tersebut telah menunggu dan mempersiapkan merpatinya. Merpati yang diterbangkan tersebut akan kembali ke kandang masing- masing.
Acara Tota’an diselenggarakan setahun dua kali. Pada saat acara Tota’an diselenggarakan ratusan orang berdatangan dengan membawa keranjang berisi burung merpati (dara). Para penggemar burung merpati tersebut dating ke acara Tota’an dengan rasa bangga. Jumlah burung merpati yang ikut dalam tradisi ini dapat mencapai ribuan ekor. Setiap burung merpati (dara) yang hadir dalam acara itu Tota’an di¬dandani dengan berbagai pernak-pernik. Ada burung merpati yang dihias dengan pita warna-warni dihiasan jambunyal.
Burung-burung merpati itu juga diberi nama yang aneh dan kadang-kadang lucu. Contoh nama-nama burung tersebut di antaranya Penakluk Cewek, Anak Manja, dan Putra Utama. Nama-nama itu hanya sekadar nama saja tanpa ada alasan tertentu di ba¬lik penamaan ini. Tradisi Tota’an dilakukan masyarakat hanya semata-mata untuk bersenang-senang.