Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Akar Kayu Jati - Bojonegoro, Jawa Timur
Deskripsi : Kerajinan akar kayu jati adalah mengolah sampah akar kayu jati yang tidak terpakai menjadi kerajinan tangan yang unik dan menarik sehingga memiliki unsur seni dan fungsi yang menjadikan bernilai lebih. Lokasi kerajinan ini terutama di wilayah Kecamatan Margomulyo di sepanjang jalan Padangan (Bojonegoro) - Ngawi. Perintis kerajinan akar kayu jati adalah dua bersaudara, yaitu Bapak Ikhwan dan Mualim, sekitar tahun 1996/1997. Dahulu bayak akar kayu jati oleh Perhutani tidak dimanfaatkan, sehingga oleh Bapak Ikhwan dan Mualim diambil untuk kayu bakar. Menurut beliau, kemudian muncul ide akar-akar tersebut dibentuk menjadi sebuah meja dan kursi, serta menjadi benda yang unik. Setelah jadi, hasil karya tersebut diletakkan di depan rumah, dan ternyata banyak yang tertarik dan berminat membeli hasil kerajinan tangan tersebut. Keberhasilan ini, sekitar 5 tahun kemudian, mulai muncul para tetangga ikut membuat kerajinan akar kayu jati. Bahan baku akar jati semula masih cukup banyak yang didapat dari hutan Bojonegoro. Namun, setelah masa reformasi terjadi pembalakan liar , lama kelamaan bahan baku akar kayu jati yang ukuran besar sulit didapatkan, sehingga kini untuk mendapatkan yang ukuran besar diperoleh dari luar Bojonegoro. Pada awalnya usaha kerajinan akar kayu jati, untuk mendapat bahan baku ke hutan dengan mengayuh sepeda, kini bisa pesan kepada pencari kayu, dan pengangkutannya tidak lagi pakai sepeda. Apalagi jaraknya makin jauh dan sulit, bahkan ada yang dari luar Bojonegoro, pengangkutannya pakai truk. Usaha Pak Ikhwan dan Mualim dalam perkembangannya kalah jauh dengan perajin lainnya karena tidak memiliki modal yang cukup. Sistem penjualanya masih menunggu pesanan dari pembeli, sedangkan perajin yang mempunyai modal tersedia barang hasil kerajinannya. Untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait usaha kerajinan akar kayu jati, telah dibentuk “Paguyuban Jati Aji”. Paguyuban ini dibentuk untuk mencari solusi bersama para perajin, termasuk menjadi pengepul. Hal ini sebagi wujud nyata kebersamaan para perajin akar kayu jati yang semakin banyak untuk menghadapi permasalahan bersama.