Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKuliner Kaldu Kokot - Pamekasan, Jawa Timur
Sejarah: Warung Kaldu ada di Jalan Pintu Gerbang Nomor 46, Pamekasan, Madura. Warung yang kini dikelola oleh Ibu Hanna dan anaknya Fatimah ini merupakan generasi anak dan cucu yang meneruskan usaha sang nenek. Dan karenanya, resep kaldu kokot tetap terjaga secara turun temurun.Warung kaldu yang lebih akrab disebut dengan Warung Kaldu Pintu Gerbang ini merupakan warung yang sudah dikenal sejak tiga puluh tahun lalu. Sebelum 1990, ia sempat berpindah-pindah lokasi. Deskripsi: Di Kota Pamekasan Madura, ada aneka pilihan kuliner. Selain sate, soto dan rujak cingur, juga menu kuliner bernama Kaldu Kokot.Di Kota Pamekasan sendiri, kaldu kokot cukup populer. Malahan warung yang menyajikan menu kaldu kokot tersebar merata di seputaran kota. Seperti di Jalan Pintu Gerbang, Jalan Joko Tole, Jalan Mandilaras dan Jalan Diponegoro.Kaldu kokot mirip soto di Pulau Jawa. Bahan bumbunya persis sama, bawang merah, bawang putih, jahe, pala dan daun bawang yang seluruhnya dimasak sebelum dimasukkan ke dalam kuah kaldu. Jika soto diberi daging ayam atau babat, sedangkan kaldu kokot diberi kokot atau bagian kaki sapi. Selain itu ada rebusan kacang hijau tanpa bumbu. Penyajiannya ada yang langsung diceburkan ke dalam kuah kaldu, ada yang diberi wadah mangkok khusus kacang hijau. Kokot sendiri merupakan istilah Madura yang berarti telapak kaki hewan mamalia seperti kambing dan sapi. Di kalangan warga Madura, mengkonsumsi kokot diyakini mampu memberi tambahan nutrisi otak dan pendongkrak stamina. Di musim pancaroba seperti sekarang ini, kaldu kokot bisa mengusir hawa dingin di kala hujan, Konsumen kebanyakan dari kalangan kaum Adam,.Meski agak mahal tapi kaldu kokot bisa memberi nutrisi otak . Warung kaldu kokot pintu gerbang bisa dikunjungi sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang pukul 17.00 WIB. Saat puasa atau lebaran, warung ini tutup untuk memberikan kesempatan beristirahat karyawannnya yang mau pulang kampung. Dalam sehari, warung kaldu kokot menyediakan ratusan porsi yang menghabiskan dua puluh kilogram beras untuk nasi dan ketupat. Selain itu, dua kilogram kacang hijau dan lima puluh kaki sapi pun selalu habis setiap hari. Ini bukti bahwa warung seluas 5 x 5 meter ini memang menjadi favorit warga Pamekasan dan para pendatang yang melintas di pulau ini. Semangkok kaldu kokot, harga Rp. 20 ribu per porsi. Satu porsi kaldu kokot disajikan lengkap dengan nasi atau potongan ketupat. Sebagai pelengkap, perkedel ubi, kerupuk, lorji, atau kacang mete hadir sebagai pilihan. Pasangan minuman yang serasi untuk disandingkan dengan kaldu kokot adalah jus buah atau es jeruk nipis. Bahan2nya: - Kacang Hijau 500g rendam 1 malam (biar ga lama2 ngerebusnya) - Daging Sapi (mau banyak/sedikit terserah) - Daun bawang - Garam, gula, penyedap Bumbu Halus: - Bawang merah kira2 6 siung - Bawang putih kira2 10 siung - Merica Pelengkap: - Sambal uleg - Kripik singkong Madura - Kecap manis Cara membuat: - Daging sapi direbus dulu, air sisa rebusannya buang aja coz ntar kuahnya jadi amis. setelah matang potong2 sesuai selera. - Rebus kacang hijau sampai empuk, setelah itu masukin bumbu2nya.. - Tambahkan garam , gula, penyedap sesuai selera... - Sajikan dng sambal, kecap, dan kremesan kripik singkongnya...