Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Jati Gembol - Ngawi, Jawa Timur |
Sejarah :
Masyarakat yang tinggal di lingkungan Perhutani di Kabupaten Ngawi sering kali menyaksikan penebangan kayu jati yang dilakukan oleh Perhutani. Mereka melihat adanya gembol kayu jati yang tidak difungsikan apa-apa, dan hanya dijadikan kayu bakar. Timbul satu ide untuk memanfaatkan gembol kayu jati tersebut menjadi satu kerajinan yang berguna bagi masyarakat. Akhirnya masyarakat bisa memanfaatkan gembol jati tersebut menjadi kursi, meja, almari dan lain sebagainya, dengan dibuat seni dan bentuknya yang menarik, bahkan sekarang dalam perkembangannya bisa menjadi sentra kerajinan gembol jati.
Deskripsi :
Gembol adalah sebutan untuk akar kayu pohon jati yang tersisa dari proses penebangan, Biasanya dari penebangan kayu jati itu menyisakan batang dasar pangkal pohon setinggi 30 -50 cm dari permukaan tanah hingga ke bagian akar yang berada di dalam tanah. Kadangkala gembol ini disebut juga bonggol atau tonggak, namun bagi masyarakat desa Ngobalan menyebutnya dengan gembol.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Perhutani mendapatkan gembol dengan cara membeli dengan harga mulai Rp.225.000 sampai Rp. 300.000 (untuk gembol yang masih muda), sedangkan gembol jadi yang sudah tua mencapai harga Rp.1.000.000. Namun kadangkala kalau gembol dari pohon jati yang kecil hanya ditinggalkan begitu saja, sehingga mereka bisa mendapatkannya dengan gratis.
Cara mengambil gembol dengan cara digali, dicangkul dan dijugil sampai akarnya kemudian diangkat. Selanjutnya gembol tadi dibersihkan dari tanah yang kadang masih menempel. Setelah itu dengan kreativitas dan seni dari para pembuat kerajinan, gembol-gembol itu, selanjutnya dibikin sesuatu menjadi satu karya kerajinan yang mempunyai nilai tinggi dan tidak sekedar menjadi kayu bakar. Hasil dari kerajinan gembol itu bisa berupa meja kursi, perabot rumah tangga dan lain sebagainya.
Hasil karya dari kerajinan ini bisa dijual dengan harga mulai Rp.15.000an yang bewrupa hiasan-hiasan meja (asbak, patung –patung kecil berbentuk ikan, dll), dan ada pula yang seharga mulai Rp.100.000 sampai Rp.15.000.000 (hiasan lampu, meja kursi, almari, dlsb)
Nampaknya karya yang ada ini banyak dicari oleh para desain interior untuk mengisi dekorasi rumah maupun hotel-hotel
Karya yang didapat dari proses adaptasi para pendahulu warga desa di sekitar hutan jati membuat mereka trampil dalam mengolah limbah akar jati atau gembol menjadi sumber penghidupan bagi generasi berikutnya, seperti halnya Margono yang meneruskan ketrampilan ini dari nenek dan ayahnya. Ia bersama teman-temannya optimis bisa bertahan dengan karya kreatifnya selama Perhutani masih berlangsung dan menyisakan limbah-limbah yang bisa memberikan berkah untuk keluarga dan masyarakat sekitar.