Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCerita Mbah Santri - Kab. Brebes, Jawa Tengah
Sejarah: Cerita mengenai Mbah Santri sebenarnya mengisahkan proses penyebaran Islam di Brebes sesudah Kerajaan Demak berakhir.. Mbah Santri yang makamnya berada di Kaliwlingi Timur sebenarnya bernama Muhammad Husain bin Ahmad Rifai atau dikenal dengan nama Mbah Nuralim. Santri tersebut berasal dari sebuah pondok pesantren di Tuban, Jawa Timur. Peristiwa yang terkait dengan ketokohan Mbah Santri kurang lebih terjadi apada abad ke-17. Deskripsi: Santri Muhammad Husain ketika menempuh perjalanan pulang dari pondok pesantren di Tuban melalui jalur Pantura. Ada yang mengatakan bahwa dalam perjalannya, Mbah Santri menggunakan kapal, yang mana kapal tersebut mengalami kerusakan di pantai sekitar wilayah Brebes. Mbah Santri bertemu dengan perampok. Perampok mengicar Mbah Santri yang membawa tas karena dianggap banyak harta benda. Tas tersebut ternyata bukan harta benda namun berisi buku kitab kuning yang diperoleh di pesanatren. Perampok menganiaya dan membunuh Mbah Santri. Mayat Mbah Santri dibuang di sungai dan dibiarkan mengambang. Terjadi keanehan karena mayat tersebut hanyut tidak mengikuti arus sungai, melainkan melawan arus sungai. Situasi tersebut menjadi pertanda bahwa mayat itu meminta pertolongan. Mayat tersebut ditemukan oleh seorang warga Desa Randusanga yang sedang berada di tepi sungai. Mayat tersebut kemudian dimakamkan dengan baik oleh warga Desa Randusanga. Makam Mbah Santri terletak di Desa Kaliwlingi Timur. Sebagai tanda terima kasih, jenazah Mbah Santri memohon pada Tuhan agar masyarakat Desa Randusanga dipermudah dan dilancarkan rejekinya.