Sejarah: -
Deskripsi:
Sintren merupakan kesenian tradisional yang berbau atau menggunakan unsur magic. Upacara ritual yang dilakukan dimaksud agar selama pertunjukan Sintren berlangsung tidak ada gangguan. Disamping itu, agar calon Sintren semakin cantik dan mudah mendapatkan jodoh. Kesenian ini dilakukan pada musim kemarau saat bulan purnama, kala masyarakat tidak banyak pekerjaan di sawah. Pagelaran Sintren memerlukan tempat yang sangat luas karena gerak dan tarinya kadangkala tidak terkontrol. Penonton pertunjukan ini cukup banyak, baik dari kalangan dewasa, remaja, maupun anak-anak. Dahulu, alat musik pengiring Sintren terdiri dari: bumbung, buyung, tampah, alu, dan kain bekas. Namun, iringan musik Sintren masa sekarang telah mengalami perubahan yaitu menggunakan kendang, saron, kempul, kenong, dan gong. Perlengkapan lain yang digunakan berupa kurungan ayam, padupan, dan mok.
Pertunjukan Sintren terdiri dari sintren, kembandang, bodor, penyanyi dan penabuh alat musik. Pemain Sintren merupakan seorang gadis remaja yang masih suci (perawan). Kembandang merupakan wanita yang sudah berumah tangga dan mempunyai mantra. Kembandang bertanggung jawab terhadap jalannya pertunjukan. Kembandang bertugas mengubah gadis menjadi sintren. Kembandang sebelum memulai tugasnya menyucikan diri dengan keramas, mandi, dan ngasrep ( makan minum serba tawar) selama seminggu.