Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Gamelan Brebes - Kab. Brebes, Jawa Tengah |
Sejarah:
Gamelan merupakan alat musik. Nada yang dihasilkan disebut gending atau lagu. Permainan musik gamelan dengan syair menghasilkan tetembangan. Pada masa Kerajaan Galuh dibawah pemerintahan Prabu Brawijaya atau Rakaryan Panaraban. Panaraban dikenal pula dengan Arya Kebonan atau Harya Pangebonan. Semasa Galuh berperang dengan Arya Bangah atau Ciung Wanara pada tahun 739 Masehi yang kemudian didamaikan oleh Sri Demunawan, kerajaan dibagi dua dengan pembatas Sungai Cipamali. Arya Panaraban dan prajuritnya menuju ke Timur dengan diiringi seni tetembangan. Sementara Ciung Wanara menuju ke Barat diiringi seni pepantunan. Hal ini menunjukan bahwa di Brebes dikenal dua kesenian tersebut, baik pepantunan maupun tetembangan.
Pada masa awal penyebaran Islam, Sunan Kalijaga menciptakan gamelan bernada pelog dan wayang. Gamelan diminta Sunan Gunung Jati, berupa gong dan bende. Gong dan bende tersebut kemudian dipergunakan untuk perayaan sekaten di Cirebon. Sedangkan saron kecil dan sentit tertinggal di Kersana. Sunan Kalijaga berdakwah dengan media wayang dan gamelan.Sunan Kalijaga dikenal sebagai dalang Sapanyana atau Syekh Malaya.
Deskripsi:
Gamelan di Brebes dinamakan gamelan kemurangan atau losarian. Berdasarkan nadanya, gamelan tersebut dinamakan gamelan pelog miringan karenabernama pelog mirig atau pelog sorogan. Gamelan bernada seperti ini sering digunakan untuk mengiringi sintren atau lais, kuda lumping, tari topeng, dan sebagainya. Gamelan brebesan merupakan alat musik yang pengrawitnya sedikit jika dibandingkan dengan gamelan tegalan yang bernada slendro.
Instrumen gamelan brebesan terdiri dari:
1. Pencu/Pecon, dinamakan demikian karena terdapat penonjolan pada bidang datar yang dijadikan tumpuan pemukulan. Bentuk pancu pada instrumen gamelan terdiri dari: bonang dua tanhkep, gong satu buah, bende satu buah, kethuk satu buah, dan kenong satu buah.
2. Bentuk Bilah, terdiri dari: gambang satu buah, saron dua buah, gender balungan satu buah, beri atau kecrek satu buah, dan sentit atau saron kecil.
3. Kendang satu buah, ketipung satu buah, dan bedug satu buah.
Gamelan digunakan untuk mengiringi tarian dan wayang. Gamelan yang mengiringi pertunjukan wayang di Brebes merupakan perpaduan antara gamelan pelog miring dengan gamelan tegalan yang bernada slendro. Pada tahuan 1950-an, para seniman tradisional memadukan gending Sunda dengan gending Solo sehingga gending Brebesan tertinggal. Faktor yang menyebabkan gending Abrebesan ditinggalkan para seniman dan penggemar karena: pada peristiwa DI/TII, gamelan banyak dikuburkan atau disembunyikan ditempat lain; seniman tradisional mulai beralih ke seni Sunda, Solo atau jaipongan; timbulnya seni teknologi modern seperti layar tancap, video, televisi atau pertunjukan organ tunggal. Disamping gendingnya, gamelan di Brebes pun diambang kepunahan. Gamelan di Brebes tinggal dua yaitu terbuat dari perunggu milik Takyim di Desa Tengki; terbuat dari besi berada di Desa Kemurang.