Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaAsal Mula Kabupaten Brebes - Kab. Brebes, Jawa Tengah
Sejarah: Banyak kisah dan cerita tentang asal usul Kabupaten Brebes, namun semuanya tidak begitu kuat atau masih disangsikan kebenarannya. Salah satu kisah yang menarik terkait dengan lahirnya Kota Brebes adalah pada sebuah kisah yang berjudul "Serat Kanda" edisi Brandes. Sebenarnya masih banyak kisah-kisah yang berkaitan dengan lahirnya Kabupaten Brebes. Diantaranya adalah seperti yang tertulis di dalam naskah kuno "Primer Pujangga Manik" yang menceritakan tentang perjalanan Prabu Pujangga Manik (seorang Pendeta Hindu Sunda) yang mengunjungi tempat-tempat suci Agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali. Dikatakan bahwa batas Kerajaan Sunda di sebelah Timur adalah Sungai Pemali. Tapi naskah itu sekarang disimpan di Perpustakaan "Boedlian" Oxford University Inggris sejak tahun 1627M. Dari kisah-kisah tadi, Kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya nama "Brebes" sudah ada sejak abad ke-13. Deskripsi: Kerajaan Majapahit berdiri, Raden Surusuh dinobatkan menjadi rajanya dengan nama Brawijaya (tahun 1221 saka / 1299 masehi) dengan candra sangkala Sela Mungkal Katon Tunggal dan bergelar Sri Baginda Raja Brawijaya. Suatu ketika Raja Brawijaya mengambil istrinya yang masih tertinggal di Galuh dan membantu saudaranya yang bernama Arya Bangah dalam melawan Ciyung Wanara. Namun dalam peperangan itu, Arya Bangah kalah dan melarikan diri ke Lebaksiu. Namun, pasukan dari Majapahit datang untuk menolong Arya Bangah. Kemudian Arya Bangah dengan Pasukannya bergerak menuju arah timur di dekat sungai dan berperang lagi di dekat sungai itu. Sungai itu adalah Sungai Pemali yang sekarang melintasi Kota Brebes. Setelah peperangan itu, tempat peperangan itu dinamai Brebes. Dalam peperangan itu, Ciyung Wanara kalah dan sampai akhirnya Kerajaan Pajajaran jatuh ke tangan Majapahit (pada tahun 1223 saka / 1301 masehi). Namun, Ciyung Wanara masih dipercaya untuk menjadi Bupati Agung di seluruh kawasan Jawa Barat sampai ke Sungai Pemali / Brebes oleh Raden Brawijaya (Raja Majapahit) dan diberi gelar Guna Kalih Tinggal Kaji Ciyung Wanara.