Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCerita Rakyat/Legenda Dewi Lanjar: Legenda Dewi Rara Kuning - Pekalongan, Jawa Tengah
Sejarah : Pada jaman dahulu kala di Pekalongan terdapat sebuah kadipaten yang merupakan wilayah Kasultanan Mataram. Kadipaten ini dipimpin oleh seorang adipati yang pertama memerintah di Kadipaten Pekalongan. Adipati itu memerintah dengan arif dan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Tersebutlah seorang gadis berparas cantik jelita bernama Siti Khatijah, puteri dari Sang Adipati Pekalongan. Karena kecantikannya yang telah tersohor, banyak pemuda yang tertarik untuk meminangnya. Sang Adipati pun bertindak cepat dengan berusaha menjodohkan puteri kesayangannya dengan pangeran pilihan Sang Adipati. Siti Khatijah dipaksa menuruti kehendak Sang Ayah walaupun dia tidak menyukai perjodohannya. Siti Kahdijah sebagai seorang anak yang berbakti berusaha tegar menghadapi perjodohan hingga tibalah saat dimana pesta pernikahan dilangsungkan. Tetapi hati Siti Khatijah tidak bisa dibohongi, ia tidak bisa menerima pilihan Sang Ayah sehingga akhirnya memilih pergi meninggalkan istana. Dalam kebimbangannya Siti Khatijah berjalan menuju utara hingga sampailah dia di sebuah pantai yang sekarang bernama Pantai Slamaran. Di tepi Pantai Slamaran, Siti Khatijah terus berjalan dengan tetap memakai baju pengantinnya. Tanpa disadari Siti Khatijah, ada seorang nelayan yang melihatnya hingga nelayan tersebut hanya tercengang ketika Siti Khatijah berjalan di atas lautan tanpa tenggelam hingga menuju tengah lautan. Berita menghebohkan inipun sampailah di telinga Sang Adipati. Sang Adipati segera memerintahkan pasukannya untuk mencari puterinya sampai ditemukan. Akan tetapi, pencarian selama tiga hari tiga malam itu tidak membuahkan hasil. Sang Adipati yang terlanjur malu atas kaburnya Siti Khatijah dalam pesta pernikahannya pun memutuskan mengumumkan bahwa Siti Khatijah telah meninggal. Sesuai tradisi Islam, Sang Adipati memerintahkan mengadakan tahlilan untuk mendoakan Siti Khatijah yang telah meninggal. Pada malam ke-7 tahlilan, Siti Khatijah mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan bahwa dia tidak meninggal tetapi masih hidup di alam ghaib. Siti Khatijah yang mendatangi istana Kadipaten Pekalongan berpesan kepada seluruh keluarganya agar rakyat sekitar Kadipaten Pekalongan yang mengalami kesulitan dalam kehidupan untuk dibantunya apabila mau menemuinya. Akan tetapi, Siti Khadijah melarang rakyat Kadipaten Pekalongan untuk meminta kepadanya dengan alasan rakyatnya telah menikmati segala nikmat duniawi dengan melimpahnya hasil bumi masyarakatnya. Mendengar kabar bangkitnya Siti Khadijah dengan kesaktian yang dapat mengabulkan keinginan seseorang, rakyat Pekalongan banyak yang mempercayai bahwa sosok Siti Khadijah merupakan makhluk ghaib yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Rakyat Pekalongan menyebut Siti Khadijah dengan sebutan Dewi Lanjar karena dalam bahasa Pekalongan Lanjar berarti seorang gadis yang menikah tetapi belum sempat berhubungan badan dengan suaminya. Deskripsi : Bagi rakyat Pekalongan mitos tentang Dewi Lanjar merupakan suatu warisan kebudayaan dan kepercayaan yang harus tetap dijaga kelestarianya. Banyak yang percaya bahwa Dewi Lanjar merupakan salah satu tokoh nyata yang tidak hanya sekedar makhluk mistis, Dewi Lanjar dipercaya memiliki kekuatan untuk menjaga kehidupan secara mikro kosmos ataupun makro kosmos, dipercaya pula bahwa Dewi Lanjar adalah tokoh spiritual keagamaan yang memiliki sejarah panjang setara dengan wali Songo, dari itu Dewi Lanjar juga memiliki titel hajjah sebagai titel keagamaan Islam. Bagi sebagian warga yang percaya, Dewi Lanjar memberikan satu kepercayaan untuk mendatangkan berkah, ngalap berkah adalah salah satu jalan untuk menuju satu keinginan baik rejeki secara material ataupun non material. Banyak cara yang ditempuh orang-orang untuk mendapatkan berkah itu, ada yang menginap hingga berhari-hari, ada yang bertapa, ada yang sekedar berdoa, bahkan dengan media air mineral. Semua orang yang datang di ritus atau pesanggrahan yang diyakini adalah pesanggrahanDewi Lanjar, memiliki keyakinan sendiri-sendiri dan bermacam-macam. Meskipun ada yang sudah diberikan penjelasan bahwa meminta secara langsung kepada Dewi Lanjar adalah salah satu bentuk kemusyrikan namun masih banyak melakukan hal itu. Namun tidak sedikit pula yang berdoa langsung kepada tuhan melalui perantara dan tempat pesanggrahan tersebut. Dewi Lanjar memiliki pengaruh yang kuat unutuk mesyarakat yang mempercayai keberadaanya, dan dianggap memiliki daerah kekuasaan dan kerajaan yang tidak hanya sebatas pada wilayah Slamaran Pekalongan saja akan tetapi sepanjang pantai utara pulau Jawa dari Cirebon hingga Rembang. Bahkan tidak sedikit yang mempercayai bahwa Dewi Lanjar memiliki hubungan langsung dengan penguasa pantai selatan Jawa, Nyi Roro Kidul.