Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kearifan Lokal Masyarakat Samin - Blora, Jawa Tengah |
Sejarah : asyarakat Samin memiliki ciri-ciri khusus yang menjadi identitas mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka terutama generasi tua masih tetap memegang teguh ajaran dari pendahulu mereka yaitu Samin Surosentiko. Masyarakat Samin merasakan keberanaran dan keyakinan yang kuat terhadap ajaran-ajaran peninggalan Samin Suro Sentiko sebagai pandangan hidup mereka. Mereka tidak mempunyai prasangka buruk terhadap orang lain, tidak punya rasa takut, tidak punya rasa dendam. Ajaran samin muncul sebagai akibat atau reaksi dari pemerintahan kolonial Belanda yang sewenang-wenang. Bentuk perlawanan tidak secara fisik, tetapi dengan menentang peraturan dan kewajiban yang harus dilakukan rakyat terhadap kolonial seperti tidak membayar pajak. Pandang hidup mereka, hidup harus jujur, sabar, harus menghormati antar warga Samin, maupun luar Samin. Pandangan terhadap lingkungan, mereka memanfaatkan alam lingkungan secukupnya saja.
Deskripsi : Masyarakat Samin dalam kehidupannya sebagai petani, sehingga dalam kesehariannya berhadapan dengan lingkungan alam. Sebagai petani tradisional mereka memperlakukan tanah sebaik-baiknya, kaum manusia hidup karena adanya alam ini. Oleh karena itu manusia harus dapat menjaga kelestarian alam lingkungan terutama bumi dan seisinya supaya bermanfaat bagi diri sendiri dan anak keturunannya kelak. Dalam pengolahan lahan pertanian mereka hanya berdasarkan musim saja yaitu musim penghujan dan kemarau. Cara mengerjakan tanah terutaman sawah pada umumnya masih memakai peralatan sederhanan dan tradisional walaupun sudah ada teknologi modern. Peralatan tradisional seperti cangkul, sabit, garu, sedangkan yang teknologi baru seperti traktor dan pompa air. Proses pengerjaannya denagn cara gotong-royong antar warga Samin sendiri, tidak mengundang masyarakat luar, hanya memakai tenaga keluarga.