Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Tradisional Mapag Tanggal - Semarang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Upacara Mapag Tanggal merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Upacara Mapag Tanggal dilaksanak setiap tahun sekali yaitu pada setiap malam satu Sura (penanggalan Jawa). Upacara Mapag Tanggal dilakukan berkaitan dengan cerita rakyat Sendang Senjaya. Cerita Rakyat Sendang Senjaya sangat populer di wilayah Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah. Tokoh Arya Sunjaya atau Senjaya yang dikenal masyarakat sebagai tokoh legendaris dan dianggap sakti oleh masyarakat, karena kepandaiannya, keberaniaanya, serta pembela kebenaran. Nama Senjaya pada Sendang Senjaya berasal dari tokoh pewayangan, yaitu Arya Sunjaya atau Sunjaya merupakan keturunan dari Arya Widura. Ketika Arya Senjaya berperang melawan Adipati Karna Arya Senjaya mengalami kekalahan, kemudian moksa menjadi Sendang Senjaya. Sendang Senjaya konon dipercaya sebagai tempat yang memiliki berkah dan sering digunakan orang sebagai tempat untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga tempat tersebut sering dikunjungi orang terutama pada setiap malam Jum’at Kliwon dan malam Selasa Kliwon, serta malam tgl 15 dan 16 dalam Kalender Jawa.
Sendang Senjaya digunakan masyarakat sebagai pemasok utama kebutuhan air bersih di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang,Jawa Tengah. Pada zaman Belanda dulu Sendang ini dimanfaatkan sebagai penyuplai kebutuhan air bersih.
Deskripsi:
Upacara Mapag Tanggal merupakan upacara tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Dusun Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Upacara tersebut dilaksanakan setahun sekali, yaitu pada setiap malam satu Sura (penanggalan Jawa).
Maksud dan tujuan dilaksanakan upacara Mapag Tanggal yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang telah dilimpahkan sehingga hasil panennya dapat dikatakan berhasil. Ungkapan rasa syukur tersebut disimbolkan dalam pembuatan sesaji yang berupa makanan. Makanan yang mereka persembahkan berupa hasil dari bertani mereka di antaranya padi, umbi-umbian dan sebagainya.
Adapun makna yang terkandung dalam upacara Mapag Tanggal antara lain kebersamaan, kegotongroyongan dan religius.