Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Tradisional: Tradisi Wiwit Manten - Demak, Jawa Tengah
Sejarah: Wiwit Manten berasal dari kata wiwit dalam bahasa Indonesia berarti memulai dan manten berarti pengantin. Tradisi Wiwit manten digelar unuk menyambut panen raya padi yang dilakukan oleh petani di Demak, Jawa Tengah, khususnya di Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota. Tradisi Wiwit Manten sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu, namun sempat terhenti akibat kurang dilestarikan warga. Deskripsi: Wiwit Manten merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh para petani di Demak, Jawa Tengah, khususnya di Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota. Tradisi ini digelar untuk menyambut panen raya padi. Tradisi Wiwit Manten sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu, namun sempat terhenti akibat kurang dilestarikan warga. Adapun pelaksanaan tradisi Wiwit Manten dimulai dengan persiapan sesaji, berupa makanan tradisional Demak. Sesaji ini dibawa ke areal persawahan yang terdapat tanaman padi yang sudah siap dipanen. Kemudian dengan dipimpin oleh seorang tokoh adat setempat, para petani dan masyarakat yang hadir berdo’a dengan khusuk. Selanjutnya dilakukan pemotongan padi yang sudah layak dipanen. Padi yang dipotong kemudian diikat bersama dengan bunga. Padi inilah yang dinamakan sebagai manten atau pengantin. Padi yang sudah dipanen disimpan dalam lumbung sebagai bahan makanan, dan sebagian lainnya sebagai benih pada musim tanam berikutnya. Selain memotong padi, dalam ritual Wiwit Manten, para petani juga mencuci alat-alat pertanian mereka. Tradisi Wiwit Manten ini dilaksanakan selain untuk melestarikan budaya Jawa, juga merupakan sebagai wujud ungkapan syukur kepada sang pencipta, yang sudah mmberikan hasil tanam yang melimpah. Setelah Wiwit Manten selesai, aneka makanan yang terdiri dari berbagai makanan tradisional kemudian dibagikan kepada warga yang datang untuk dimakan secara bersama-sama.