Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaBarong - Demak, Jawa Tengah
Sejarah: Kesenian tradisional Barong Demak sudah lama ada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Karena kesenian ini merupakan kesenian yang diwariskan secara turun temurun, namun tepatnya kapan kesenian ini mulai ada tidak diketahui dengan pasti. Yang jelas kesenian Barong Demak menceritakan tentang kaum ulama pada saat membuka hutan Glagah Wangi. Diceritakan bahwa pada saat kaum ulama membuka hutan Glagah Wangi mereka memperoleh perlawanan dari siluman penghuni hutan. Namun akhirnya siluman itu berhasil dikalahkan dan justru mau diajak bersatu untuk menjadikan hutan sebagai cikal bakal Kerajaan Demak Bintoro. Deskripsi: Salah satu kesenian tradisional di Kabupaten Demak Jawa Tengah yang mash eksis hingga kini adalah kesenian Barong. Kesenian Barong merupakan kesenian yang diwariskan secara turun temurun. Bahkan menjadi suatu kesenian yang sangat popular di kalangan anak muda di Desa Gebang, Kecamatan Bonang pada khususnya dan Kabupaten Demak pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya group kesenian barong di desa tersebut. Sehingga boleh dikatakan bahwa di Desa Gebang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak merupakan pusat seni pertunjukan seni barong.. Di Desa Gebang terdapat tiga sanggar meliputi Sanggar Kademangan, Kusumo Joyo dan Putro Turonggo Samudro. Ketiga sanggar tersebut telah mampu menyerap sekitar 300 pemuda desa untuk aktif sebagai pelaku kesenian. Sanggar kademangan saat ini dipimpin oleh Slamet Hadi Subono,Kusumo Joyo dipimpin oleh Hartono dan Putro Turonnggo Samudro dipimpin Zubaidi,. Ketiga sanggar tersebut rata-rata pernah malang melintang di ajang pentas bertaraf nasional. Bahkan, Sanggar Kademangan pernah menjadi duta Jawa Tengah untuk pentas di Malaysia dan Singapura. Kesenian barong Demak memiliki ke-khas-an tersendiri. Selain dari pakem ceritanya, yang membedakan barong Demak dengan barong lain adalah pada pakaian yang dikenakan oleh pemain barong Demak. Lakon yang dimainkan barong asal desa Gebang merupakan pakem asli Demak. Barong Demak menceritakan kaum ulama pada saat membuka hutan Glagah Wangi. Diceritakan bahwa kaum ulama membuka hutan Glagah Wangi mereka memperoleh perlawanan dari siluman penghuni hutan. Namun akhirnya siluman itu berhasil dikalahkan dan justru mau diajak bersatu untuk menjadikan hutan sebagai cikal bakal Kerajaan Demak Bintoro Sedangkan dari segi pakaian yang dikenakan oleh pemain barong Demak menonjolkan unsur batik khas pesisiran. Motif batik Pesisiran khas Demak yang biasa dipakai para pemain barong meliputi ulam segaran, semangka tegalan dan tiga rangsik. Semua motif batik tersebut rata-rata memiliki warna cerah menyolok. Pada pementasan satu group/kelompok seni barong mempunyai peran masing-masing, seperti ada yang berperan sebagai penari kuda lumping, pemain barong, pengrawit, peneri butonan dan narrator. Dalam setiap pementasan para pemain barong Demak selalu dituntut menampilkan berbagai atraksi. Di antaranyamakan beling, silet dan jarum, serta pukul kepala dengan bata dan potong lidah. Semua atraksi tersebut sama sekali tidak mengandung unsur magis. Atraksi tersebut berkat latihan selain itu juga sedikit menggunakan trik khusus. Makna dan fungsi seni barong Demak salah satunya sebagai sarana hiburan. Oleh karena itu kesenian ini biasa dipentaskan pada acara, seperti khitanan, pernikahan atau acara penyambutan pejabat.