Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Betengan - Semarang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Betengan adalah salah satu jenis permainan anak tradisional masyarakat KabupatenSemarang, Jawa Tengah. Permainan ini ada di semua kecamatan yang ada di wilayah kabupaten tersebut. Mengenai asal usul permainan ini tidak dapat diketahui secara pasti. Namun dilihat dari namanya (istilahnya), betengan adalah kata jadian yang berasal dari kata dasar “beteng” yang mendapat imbuhan “an”. Beteng sendiri adalah bahasa Jawa yang di-Indonesiakan menjadi” benteng” Berdasarkan pemikiran tersebut maka boleh jadi permainan tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan atau paling tidak sejak zaman colonial (Belanda). Karena benteng sangat erat kaitannya dengan pertahanan (kekuasaan).
Deskripsi:
Betengan adalah salah satu permainan (anak) tradsional masyarakat Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Permainan ada di semua kecamatan di wilayah kabupaten tersebut. Sesuai dengan namanya betengan merupakan permainan yang intinya mempertahankan benteng agar tidak kebobolan.
Peserta permainan betengan biasanya anak laki-laki, namun demikian terkadang anak perempuan juga mengikutinya. Usia peserta permainan betengan biasanya berusia belasan tahun, tetapi masih di bawah usia remaja. Sedangkan jumlah peserta dalam permainan betengan bisa 4,6,8, atau lebih, yang pasti harus genap. Karena jumlah tersebut dibagi menjadi 2 group yang sama jumlahnya. Group pertama bertugas mempertahankan beteng dari “serangan” group kedua atau sebaliknya.
Di masa lalu permaianan betengan biasanya dilakukan pada malam hari sekitar pukul 19.00-24.00 WIB. Biasanya dilakukan “pada saat terang bulan”, yaitu tanggal 13-15 (berdasarkan kalender Jawa atau tahun Hijriah.Sedangkan tempatnya di areal terbuka, biasanya di halaman rumahatau pekarangan yang cukup luas. Diusahan cukup jauh anatra beteng satu dengan beteng yang lain, yaitu sekitar 10 sampai 15 meter.
Permainan betengan tidak memerlukan peralatan khusus. Biasanya yang dijadikan sebagai beteng adalah pohon yang besar, yang cukup kuat untuk dijadikan pegangan. Karenan permaian betengan mempunyai sifat sebagai pertandingan maka memerlukan aturan untuk menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang. Aturan tersebut sebagai berikut :
1.Pemain yang lebih duly keluar dari betengnya adalah pemain yang berposisi dikenai (dikejar) oleh pemain beteng lainnya (lawan).
2.Pemain yang tertangkap oleh lawannya dijadikan sebagai tahanan, dan harus berdiri disamping kiri beteng lawan dengan jarak kurang lebih 2 meter dari beteng lawan.
3. Pemain yang ditahan dapat bermain kembali jika ada temannya yang menolong dengan menyambarnya atau menyentuhnya.
4. Jika semua pemain lawan dapat tertangkap, maka permainan berakhir. Dan yang keluar jadi pemenang adalah group yang menahan semua pemain lawan.
Jalannya permainan betengan diawali dengan pembagian pemain. Dalam pembagian tersebut biasanya ada dua anak yang diposisikan sebagai pemimpin beteng. Selanjutnya pemimpin beteng menawarkan kepada calon pemain untuk memilih satu diantara pemimpin tersebut atau pemimpin beteng memilih anggotanya. Setelah terbentuk group maka permainan dapat dimulai, yaitu dengan keluarny salah satu pemain dari betengnya (beteng A). Ia berlari mendekati beteng lawan(beteng B). Salah satu pemain dari beteng B berusaha mengejar dan menangkapnya. Melihat temannya dikejar, pemain ke dua dari beteng A mencoba menolongnya dengan mengejar pemain pertama dari beteng B. Jika tertangkap maka pemain pertama dari beteng B menjadi tahanan. Ia harus berdiri di samping kanan beteng A (kurang lebih 2 meter dari beteg A). Pemain keda beteng B pun keluar dan mengejar pemain kedua dari beteng A. Jika pemain kedua dari beteng A tertangkap, maka pemain tersebut menjadi tahanan goup B dan berdiri di samping kiri beteng B (kurang lebih 2 meter dari beteng B). Demikian seterusnya sampai semua anggota dari salah satu group tertawan semua. Group yang bsa melakukan hal itu berarti memenangkan permainan.
Fungsi dari permaian betengan adalah sebagai sarana hiburan, selain itu dapat dipakai sebagai sarana untuk menjalin keakraban. Sedangkan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan betengan antara lain : nilai kompetitif, kerjasama, dan sportifitas.