Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKuda “Debog” - Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Permainan kuda “debog” termasuk permainan anak tradisional yang berasal dari pedesaan, karena hampir disetiap pedesaan di daerah Jawa dapat ditemui, terutama di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada mulanya permainan ini disebut dengan jaranan atau kuda lumping. Karena peralatan yang dipakai dalam permainan ini adalah “debog”(batang pisang)” maka permainan ini disebut dengan kuda“debog”. “Debog” banyak sekali dijumpai di Ungaran sehingga anak-anak tidak perlu membeli alat permaianan ini. Latar belakang permaianan kuda “debog” adalah ketangkasan seperti panglima perang dalam pertempuran. Jadi apabila anak-anak memainkan permainan ini maka mereka akan merasa bangga dan gagah bagaikan panglima. Permainan kuda “debog” juga dapat dimainkan untuk pementasan. Deskripsi: Permaianan kuda “debog” merupakan salah satu permainan tradisional di Jawa, khususnya di daerah Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Disebut kuda “debog” karena dalam memainkan permainan ini menggunakan “debog” sebagai alat permaianannya. “Debog” adalah pelepah daun pisang. “Debog” dibuat sedemikian rupa untuk menjadi kuda-kudanya. Selain itu digunakan pula kayu yang dibuat sebagai pedangnya. Sebagai pelengkapnya adalah topi yang terbuat dari daun nangka yang dironce dan dibuat menjadi topi. Permainan kuda “debog” bersifat kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat hingga enam pemain. Semakin banyak pemain semakin ramai permainan tersebut. Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak laki-laki yang usianya antara enam hingga empat belas tahun. Permainan dilakukan secara berpasangan. Dalam permainan ini ketika mencapai puncak permaianan,maka dilakukan perlawanan satu lawan satu layaknya prajurit bertperang. Waktu memainkan permaianan ini biasanya dilakukan pada sore hari. Sedangkan tempatnya dibutuhkan tempat yang luas supaya anak-anak bebas bergerak waktu memainkan permainan ini. Jalannya permainan kuda “debog” yaitu setelah anak-anak memakai atribut permaianan, kemudian dengan iringan musik instrumen mereka bermain mengikuti musik yang ada. Akan tetapi apabila permainan ini dimainkan tidak sedang pentas maka permaian tidak diiringi musik atau lagu. Mengenai aturan dalam bermain permaianan kuda “debog”adalah apabila dalam berperang mereka jatuh maka yang jatuh tersebut dinyatakan kalah. Dalam bermain untuk pementasan, apabila lagu yang dikehendaki sudah selesai maka seluruh pemain baik yang kalah maupun yang menang semua berdiri berjajar untuk memberi panghormatan kepada penonton . Namun tidak dalam pementasan maka setelah bermain anak-anak bubar sendiri-sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini adalah nilai ketangkasan, kebersamaan, kesehatan, pendidikan dan nilai.hiburan bagi pemain yang menyaksikannya. Selain itu permainan kuda “debog” juga berfungsi sebagai sarana olahraga, karena dalam permainan ini disertai dengan gerakan-gerakan tubuh yang enerjik.