Sejarah : Konon di Lereng Gunung Merbabu tinggalah seorang Wiku yang sakti, berbudi luhur, dan suka menololong sesama. Oleh masyarakat Desa Candisari, sang Wiku di Anggap sebagai Sesepuh. Setelah wafat, beliau di kenal sebagai Kyai Ageng Pantaran. Sampai sekarang makamnya di keramtkan. Banyak peziarah yang datang, terutama pada malam jumat. Di sana ada seorang juru kunci yang siap sebagai perantara manakala ada peziarah yang punya permohonan kepada tuhan melalui (lantaran kang sumare), yakni Kyai Ageng Pantaran.
Deskripsi : Upacara Buka Luwur Kyai Ageng Pantaran ini diselenggarakan di Desa Candisari, Kec. Ampel, Kab. Boyolali. Prov. Jawa Tengah. Ritual ini berkaitan dengan Sang Wiku, seorang pertapa sakti di lereng Gunung Merbabu yang kemudian di kenal sebagai Kyai Ageng Pantaran. Tradisi ini mulai sejak masa iemerintahan kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Prabu Kusumowitjitro. Dalam prakteknya, upacara Buka Luwur Kyai Ageng Pantaran ini diselenggrakan setahun sekali, tepatnya pada Jumat Legi. Untuk tahun 2002 diadakan pada tanggal 5 April. Tujuan pokok dari penyelenggaraan upacara Buka Luwur ini adalah upaya melestarikan tradisi leluhur yang diyakini mengandung nilai-nilai luhur (adiluhung).