Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPengobatan Tradisional di Giriloyo, Bantul: Gurah - Bantul, DIY
Sejarah : Pengertian Gurah menujukkan arti membersihkan (Nguras). Praktek Gurah di Analogikan sebagai satu jenis pengobatan tradisional yang di lakukan dengan cara meneteskan ramuan tumbuhan Sirgunggu (Clerondedrum Serratum) kelubang hidung untuk mengeluarkan yang ada dalam tubuh bersamaan dengan keluarnya lendir melalui lubang hidung dan mulut. Konon, tradisi gurah sudah di kenal sejak masa Panembahan Senapati di Kerajaan Mataram. Menurut HM.Hisyam (juru gurah), selain menjernihkan suara, ternya gurah juga mampu menyembuhkan penyakit THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Kini makin banyak pasien yang datang dengan berbagai keluhan atas penyakit yang di deritanya, baik dari warga sekitar, kuar daerah, dan tak sedikit pula yang datang dari pulau jawa, seperti Bali, Sumatra, Kalimantan, Maluku,dan Irian jaya (papua). Deskripsi : Vertifikasi di Lapangan Desa Wukirsari, Bantul menunjukkan siapa penemu bahan dasar pengobatan tradisional gurah itu tidak jelas. Menurut informasi, tradisi gurah sudah di kenal ratusan tahun yang lalu, yakni jaman Panembahan Senapati yang baertahta di Kerajaan Mataram. Adapaun prosesnya adalah dengan cara meneteskan sedukan akar sirgunggu/senggugu ke lubang hidung untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalam tubuh bersamaan dengan keluarnya lendir melalui lubang hidung dan mulut. Fungsi gurah, antara lain: menyaring suara-suara, menyembuhkan penyakit asma dan brinkitis (seduhan akarnya), obat cacing, penghilang lelah dan rasa nyeri (bagian daunnya).