Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Larungan Sedekah Rawa Pening - Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Tradisi Sedekah Rawa Pening atau yang dikenal dengan“Larungan” adalah merupakan tradisi masyarakat sekitar Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun. Berawal dari hal tersebut akhirnya sudah menjadi suatu budaya setiap tahun pada bulan Muharram tepatnya pada setiap tanggal 21 masyarakat sekitar Rawa Pening mengadakan acara ritual Larungan. Dengan kesadaran dan keyakinan masyarakat yang ada di sekitar Rawa Pening berjalan sesuai dengan tradisi dan kondisi masyarakat sekitar Rawa Pening. Harapan masyarakat acara ritual Larungan tersebut bisa menambah khasanah budaya dan diharapkan ke depan bisa menjadi salah satu aset pariwisata yang ada di Kabupaten Semarang, yang pada akhirnya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat Desa Kebondowo, Desa Rowoboni dan masyarakat sekitar Rawa Pening lainnya Deskripsi: Tradisi Sedekah Rawa Pening atau yang dikenal “Larungan” adalah merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Rawa Pening, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tradisi tersebut dilakukan secara turun temurun dan dilaksanakan setahun sekali yaitu pada tanggal 21 Muharam. Dengan kesadaran dan keyakinan masyarakat yang ada di sekitar Rawa Pening acara tersebut berjalan sesuai dengan tradisi dan kondisi masyarakat sekitar Rawa Pening. Masyarakat berharap bahwa acara ritual Larungan tersebut bisa menambah khasanah budaya dan diharapkan ke depan bisa menjadi salah satu aset pariwisata yang ada di Kabupaten Semarang, yang pada akhirnya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat Desa Kebondowo, Desa Rowoboni dan masyarakat sekitar Rawa Pening lainnya Tradisi Sedekah Rawa Pening pada dasarnya melarung nasi tumpeng dan sesaji ketengah danau. Selain dimaksudkan sebagai tolak bala, dalam tradisi ini juga terkandung makna ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah yang diterima warga setempat yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Disertai pengharapan agar masyarakat sekitar Rawa Pening dijauhkan dari musibah dan bencana dan do’a agar segala penghidupan dan pekerjaan mereka menjadi lebih baik. Selain itu juga untuk menghormati para leluhur mereka. Prosesi pelaksanaan tradisi larung sesaji Rawa Pening diawali dengan berkumpulnya ratusan warga dikediaman lurah desa Kebon Dowo, Kecamatan Banyu Biru, Ambarawa, Jawa Tengah. Di tempat ini disiapkan dua nasi tumpeng raksasa serta sejumlah sesaji yang akan dilarung ketengah danau Ambarawa. Sesaji itu berupa laukpauk seperti daging ayam dan lainnya, serta hasil bumi yang diserahkan warga. Setelah didoakan sesepuh desa, dua tumpeng dan beragam sesaji ini diarak menuju tepi Rawa Pening. Sebelum dibawa ke tengah danau, sesepuh desa menyalakan obor untuk penerangan saat prosesi larung berlangsung. Sesaji satu tumpeng dibawa ke tengah danau, sementara satu tumpeng lainnya diperebutkan oleh warga. Tradisi larung Rawa Pening atau sedekah Rawa Pening ini selalu menarik perhatian warga sekitar, dan ratusan pendatang. Ritual turun temurun ini merupakan wujud ungkapan syukur warga atas rejeki yang diterima oleh warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup sebagai petani dan nelayan disekitar Rawa Pening. Warga percaya dengan prosesi larung sesaji ini selama setahun kedepan mereka akan terhindar dari musibah dan bencana Sedangkan manfaat dari adanya ritual Larungan adalah untuk dapat mempererat persatuan dan kesatuan dan sadar akan kelestarian Rawa Pening sekaligus juga menjaga tradisi budaya daerah yang ada. Di samping itu juga akan memberikan ketenangan dan harapan bagi para nelayan dan petani serta masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya dari Rawa Pening.