Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Sedekah Bumi Pudakpayung - Semarang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Sedekah Bumi di Dusun Bumirejo, Kalurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun sejak nenenk moyang mereka. Tradisi ini juga disebut dengan Apitan karena dilaksanakan pada bulan Apit. Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Bumirejo dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah yang diterima oleh warga. Selain itu melalui tradisi tersebut masyarakat Dusun Bumirejo berharap agar mereka dijauhkan dari bencana,berbagai macam penyakit dan hasil bumipun meningkat.
Deskripsi:
Sedekah Bumi Bumirejo adalah tradisi yang dilakukan secara turun temurun warga Kampung Bumirejo, Kelurahana Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Tradisi Sedekah Bumi tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur warga atas berkah yang telah diterima warga kampung Bumirejo. Tradisi tersebut dilakukan setiap tahun sekali.
Prosesi tradisi Sedekah Bumi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari pertama warga Dusun Bumirejo melakukan kerja bakti yaitu membersihkan makam leluhur di makam Bumirejo.
Pada hari kedua masyarakat sibuk berbenah diri dengan berdandan dan memakai busana tradsional lengkap. Sebagian warga sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan arak-arakan yang berupa buah-buahan dan sayuran hasil panen mereka ditambah dengan jajan pasar dan telor asin. Buah dan sayur ditata sedemikian rupa sehingga membentuk gunungan. Gunungan tersebut nantinya diarak keliling kampung.
Arak-arakan terdiri dari barisan paling depan dua remaja putri yang berpakaian merah putih mengusung spanduk bertuliskan warga RW 06 Bumirejo, pudak Payung “Tetep Setyo Tuhu Marang Budaya”. Kemudian disusul oleh seorang putrid menyerupai tokoh pewayangan Srikandi. Mengusung tema patriotism, puluhan bocah mengenakan busana paskibraka lengkap dengan kemeja putih, celana dan rok putih. Di samping itu juga anak-anak
Setelah diarak menuju tempat yang sudah ditentukan, tepatnya di pertigaan jalan Kampung Bumirejo, gunungan itu diterima Lurah Pudakpayung beserta staf. Baru kemudian diberikan kepada warga untuk diperebutkan. Warga pun sontak berebut buah-buahan hasil bumi yang diyakini mampu mendatangkan berkah. Warga tampak gembira dalam rebutan itu.
Pada hari ketiga sebagai puncak acara tradisi Sedekah Bumi Bumirejo dimeriakan dengan pementasan campursari dan wayang kulit semalam suntuk.
Tradisi ini dilakukan warga setiap tahun agar warisan budaya leluhur sehingga harus terus dilestarikan. Dengan tradisi ini masyarakat berharap agar mereka dijauhkan dari bencana, berbagai macam penyakit dan hasil bumipun meningkat.