Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpaacara Tradisional: Tradisi Khitanan - Demak,Jawa Tengah
Sejarah: Khitan bagi orang muslim hukumnya wajib utamanya anak laki-laki. Selain untuk melaksanakan hukum Islal khitan dilakukan untuk menjaga kebersihan alat kelamin itu sendiri. Bagi masyarakat Demak, Jawa Tengah saat anaknya dikhitan maka mereka akan menggelar suatu tradisi yang disebut tradisisi kithanan. Tradisi tersebut dilakasanakan sudah sejak zaman dahulu. Bagi keluarga yang mampu tradisi khitanan sepertinya menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan. Apalagi jika suatu keluarga itu yang hanya mempunyai satu anak laki-laki atau lama menginginkan anak laki-laki oleh karena itu pada saat anaknya dikhitan maka akan digelar suatu tradisi khitanan dengan mengundang sanak saudaranya dan juga tetangganya. Pada acara tersebut biasanya mendatangkan suatu kesenian tradisioanl ataupun modern. Deskripsi: Tradisi khitanan atau sunatan di daerah pesisir Demak, Jawa Tengah merupakan tradisi yang berkaitan dengan memotong sebagian alat kelamin baik putra maupun putri. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman dulu. Khitan bagi orang muslim hukumnya wajib utamanya anak laki-laki, selain untuk kebersihan alat kelamin itu sendiri juga sebagai wujud pelaksanaan hukum Islam. Bagi orang yang mampu dalam melaksanakan tradisi khitanan akan menggelar berbagai acara untuk memeriahkan acara khitanan. Selain menggelar selamatan yang mengundang sanak saudara dan tetangga, juga mendatangkan kesenian tradisional ataupun modern. Selain itu tak kalah menariknya anak yang di khitan diiring keliling kampung dengan menggunakan kuda tunggangan seperti layaknya panglima perang jaman dahulu. Tradisi ngiring sunat ini bagi warga pesisir selain perwujudan pelaksanaan adat tradisi juga sebagai bentuk rasa syukur kepada yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia berupa anak laki-laki yang telah beranjak dewasa. Kemeriahan itu akan lebih semarak lagi jika putra laki-lakinya hanya satu-satunya dan dari keluarga cukup mampu, selain mengaraknya dengan naik kuda berkeliling kampung juga dimeriahkan dengan arak-arakan berupa kesenian tradisional seperti barong sai, barongan dan juga drum band. Bahkan pada malam resepsinya kadang-kadang juga masih diramaikan dengan hiburan untuk tamu-tamu yang hadir memberi do’a restu berupa kesenian seperti wayang kulit, kethoprak dan juga pentas musik ndangdhut. Oleh karena itu acara tradisi khitanan ini bagi keluarga yang mampu akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memeriahkannya. Namun untuk memeriahkan acara khitanan itu banyak pula yang mendatangkan da’i untuk berceramah agama dalam acara pengajian yang digelar dalam rangka walimatul khitan Sebelum di arak keliling kampung anak yang dikhitankan di dandani ibarat pengantin dengan pakaian yang indah serta gemerlapan, biasanya pakaian yang dikenakan adalah pakaian khas Arab warna putih dengan udeng-udeng di kepala. Tukang rias ini dipanggil khusus yang biasanya merupakan tukang rias pengantin yang memang menyediakan pakaian untuk pengantin pernikahan ataupun pengantin sunat. Adapun kudanya juga di sewa dari tukang delman yang selain untuk menarik penumpang sehari-harinya, di waktu-waktu tertentu di panggil orang untuk mengiring pengantin sunat. Sebelum di arak keliling kampung, pengantin sunat yang telah berpakaian bak panglima perang, dilepas dengan do’a kedua orang tuanya dengan di beri “sawanan“ yaitu uba rampe obat tradisional. Sawan yang ditumbuk halus ini dibubuhkan di sebagian tubuh anak yang bertujuan agar dalam perjalanan hidup anak kelak setelah dikhitankan terhindar dari mara bahaya. Pengantin sunat biasanya setelah dilepas kedua orangtuanya kemudian di bawa berkeliling kampung memasuki gang-gang sempit sebagai perwujudan pengumuman kepada warga. Sesampainya di rumah kepala desa rombongan berhenti dengan menghadapkan si pengantin sunat untuk mohon do’a restu kepada sang kepala desa. Di rumah kepala desa biasa telah dipersiapkan hidangan untuk si pengantin sunat dan juga sekedar kado berupa barang atau uang, setelah selesai maka pengantin sunat diiring keliling kampung lagi untuk pulang ke rumah.