Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTata Rias dan Busana Pengantin Gaya Semarangan - Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Pada upacara adat dan tradisi pengantin gaya Semarangan terdapat beraneka ragam, khususnya yang menyangkut dengan busana dan tata rias yang digunakan pada saat prosesi upacara dilaksanakan. Akan tetapi pada dasarnya semua rawalnya bernafaskan Islam yang kemudian mendapat pengaruh dari Arab , Jawa, Cina dan Melayu. Berbagai ragam tradisi pengantin itu mengalami perkembangan dan modifikasi yang disesuaikan dengan perkembangan Zaman. Deskripsi: Tata Rias dan busana Pengantin Gaya Semarangan, Jawa Tengah mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan tersebut mencerminkan unsur budaya yang berbeda dari keberagaman masyarakat yang berbeda, yakni budaya Arab, Jawa, Cina dan Melayu. Tata rias dan busana yang dikenakan oleh Pengantin Putri disebut “Model Encik Semarangan”. Sedangkan tata rias dan busana yang dikenakan oleh Pengantin Putra disebut “Model Kaji”. Adapun kelengkapan Pengantin Putri adalah : -Alas Kaki Selop tertutup Bludru hitam bersulam Mote -Kaos kaki -Kain Songket -Kebaya Bludru hitam bersulam Mote, model Kraag Shanghai -Sarung Tangan. Perhiasan yang dikenakan Pengantin Putri : -Cincin, Gelang -Kalaung Krekang -Subang dan di bagian Kraag Shanghai memakai kancing yang terbuat dari emas dan lengan memakai Kald-bahu. -Di bagian dahi dihiasi dengan beberapa perhiasan “Pilis”. Pilis di dahi terdiri dari : 1.Pilis emas dengan permata 2.Pilis hitam yang terbuat dari bludru dengan payet 3.Pilis perak 4.Yang atas sendiri dari “kroon”, sehingga kelihata bedanya dengan pengantin daerah lain. Pada bagian kanan-kiri atas telinga memakai sumping dan emas permata. Untuk sanggul biasa memakai sisir kecil, kembang konde diambil dari daun pandan, sisir besar, cunduk mentul sebanyak 24 buah. Bunga yang dikenakan dalam riasan busana, terdiri dari bunga Melati, Cempaka Kuning yang ditusuk dengan bunga Melati. Property disebut “Endok Remek”. Sedangkan kelengkapan Pengantin Putra adalah : -Alas kaki yang terbuat dari bludru yang bersulam Mote -Kaos kaki,Celana Hitam bludru bersulam Mote, Baju “Gamis” terbuat dari bahan berkilau, berlengan panjang, Kraag Shangsai -Jas Hitam Bludru bersulam emas dengan Kraag Shanghai -Slempang warna Keemasan -Pedang panjang berwarna putih keperakan. Di bagian kepala memakai surban yang dinamakan “Kopyah Alfiah” dengan cunduk mentul satu buah terletak di depan. Pada bagian samping kiri surban memakai bunga roncean dari bungan Melati, Mawar, Cempaka Kuning dan bunga Kantil. Kelengkapan lain yang yang dipakai oleh pengantin pria adalah membawa sebuah pedang panjang berwarna putih perak.