Sejarah : Pakaian Pengantin masyarakat Osing menunjukkan adanya campuran antara pakaian pengantin Jawa, Madura, Bali dan Luar Jawa. Pengantin pria memakai kuluk seperti kuluk yang dipakai pengantin Jawa. Pengantin laki-laki atau perempuan dilengkapi asesoris berupa gelang atau binggel seperti yang digunakan oleh para wanita dari masyakarat Madura. Asesoris untuk hiasan kepala pengatin wanita bentuknya mirip dengan pakaian penari Bali. Baik penganti pria ataupun wanita mengenakan kain sarung pelekat yang dibuat dari bahan sutra, baik berasal dari Bugis Makasar maupun dari Samarinda. Jelas bahwa pakaian asli pengantin masyarakat Osing sebagai hasil dari peminjaman kebudayaan.
Deskripsi : Pakaian Pengantin masyarakat Osing sebenarnya telah mengalami perubahan atau modifikasi. Modifikasi itu antara lain dengan meghilangkan bagian-bagian yang dirasakan sudah ketinggalan jaman, misalnya meninggalkan kebiasaan memakai kacamata hitam baik untuk pengantin pria maupun pengantin wanita.