Sejarah:
Di daerah Wonosobo yang merupakan Dataran Tinggi jenis tanaman yang di tanam adalah Sayur Mayur sehingga dalam pengolahan tanah yang paling banyak di gunakan yaitu Cangkul. Hal ini mengingat letak Tanahnya miring, kecil petak-petaknya dan tidak beraturan bentuknya sehingga sulit menggunakan jenis peralatan lain seperti Garu atau Luku dalam bidang pengolahan tanah untuk di Tanami hanya menggunakan lubang-lubang atau Cluwokan pada tanah yang sudah olah tadi lalu di Tanami bibit yang sudah di persiapkan kemudian dalam pemeliharaan Tanaman hanya menggunakan Sabit untuk membersihkan Rumput yang ada di sekitarnya.
Deskripsi:
Dalam Pengolahan Tanah Pertanian Petani di Wonosobo ini masih sangat sederhana mereka mengandalkan tenaga manusia. Alat yang di gunakan untuk mengolah tanah dapat dengan cangkul yang fungsinya untuk membalik tanah. Hal ini dapat di lihat pada musim garap tanah. Cangkul juga di fungsikan untuk membuat Bedeng-bedeng dalam pengolahan tanah sebelum di Tanami tanah tadi di buat Bedeng-bedeng atau Gundukan yang akan di Tanami di buat lubang-lubang kemudian di beri pupuk dari daun-daun atau kotoran ternak atau pupuk kandang. Setelah itu tanah di balik-balik supaya rabuk merata kira-kira 3 hari tanah di diamkan dulu, baru bibit tanam.
Kemudian dalam fungsi Sosial dapat di lihat pada Kegotong-royongannya dalam mengerjakan mereka.