Sejarah:
Sejarah rumah joglo bermula dari adanya Kerajaan Islam Jawa terutama zaman Mataram Islam sekitar abad 17 M. konsep bangunan rumah joglo mengakar pada masa sebelumnya yaitu masa Hindu Budha, yang mempunyai pembagian ruang-ruangnya yaitu ; bagian luar, bagian atap, dan bagian pusat. Hal ini menunjukan sifatnya yang prafan, semi sakal dan sacral. Romah joglo ahnya dimiliki oleh bangsawan atau keturunan Raja. Joglo bisa berfungsi sebagai pendopo, rumah joglo melambangkan status sosial pemiliknya. Model ini merupakan perkembangan dari rumah yang sederhana.
Deskripsi:
Orang Jawa mulai mengenal banguan yang lebih memusat yaitu bentuk banguan joglo. Bangunan joglo ini masih mengunakan kayu yang lebih banyak. Ciri umum joglo adalah menggunakan blandar tumpangsari (busuran) ke atas. Selain itu mempunyai tiang pokok yang terletak di tengah yang disebut saka guru yang dilengkapi dengan sunduk yang berfungsi sebagai penguat. Bentuk banguanan joglo diantaranya ; joglo lawakan, joglo sinom, joglo pengrawe joglo angkurat.selai berfungsi sebagai rumah orang Jawa, rumah joglo menunjukan cerminan sikap gotong royong karena sering dipakai sebagai pendapa masyarakat sekelilingnya.