Sejarah:
Tradisi Petik Laut yang diselenggarakan masyarakat nelayan dan dilesatrikan karena dianggap dapat memberikan keselamatan kepada masyarakat nelayan pada waktu mencari ikan, sebelum pergi ke laut mencari ikan para nelayan mengadakan selamatan dengan memberikan sesaji di kepala sapi dan kambing kepada penjaga laut selatan agar dapat memberikan perlindungan selama di tengah laut. Selain itu agar mendapat ikan yang banyak untuk menghidupi keluarganya.
Deskripsi:
Tradisi Petik Laut yang dikemas sebagai aset pariwisata sejak tahun 2003, diselenggarakan Bulan Suro, setiap tanggal 10 Suro karena hari itu masih dianggap keramat oleh masyarakat. Upacara ini dikemas sebagai aset pariwisata dengan tujuan untuk pengembangan daerah Jember agar mendapat perhatian luar, karena baik dalam alasannya. Selain itu untuk mempromosikan Kota Jember sebagai daerah wisata. Dalam pelaksanaan Upacara Petik Laut di Pantau Watu Ulo, kurang satu hari diadakan malam tirakatan di pantai. Pada pagi hari sesaji dibawa ke pantai dan dilarung di tengah laut. Upacara dipimpin oleh bapak bupati dan setelah selesai doa. Sesaji dibuang ke tengah laut pada malam hari diadakan pertunjukan semalam suntuk.