Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaAum Tandur dan Aum Panen Ritual Dalam Pertanian/Slametan Pertanian
Sejarah : Aum tandur dan Aum panen merupakan kegiatan ritual yang rutin dilakukan oleh masyarakat Dusun Warangan. Aum tandur dilakukan setelah tanaman padi milik seluruh warga Warangan selesai ditanam, sedang Aum panen dilakukan setelah tanaman padi milik seluruh warga Warangan selesai dipanen. Ada ketentuan untuk melakukan kedua kegiatan tersebut harus memilih hari Kamis Wage atau Sabtu Wage. Selain itu ada pantangan bahwa untuk melakukan kedua kegiatan tersebut tidak boleh pada bulan Suro, Mulud, Romadhon, dan Dulkaidah. Apabila perhitungan untuk melaksanakan kedua kegiatan tersebut bertepatan bulan pantangan maka pelaksanaannya ditunda bulan berikutnya. Aum tandur dan Aum panen disertai pertunjukan wayang kulit. Deskripsi : Para kepala keluarga dalam rangka Aum tandur mempersiapkan kenduri untuk dua kali yaitu kenduri untuk sore hari sekitar pukul 19.00 dan untuk kenduri pagi hari (hari H) sekitar pukul 07.00. Perlengkapan kenduri untuk sore hari dan untuk pagi hari ujudnya sama. Khusus bagi kepala dusun (bayan) selain menyediakan perlengkapan kenduri yang sama dengan para warga yaitu untuk sore hari serta membuat lagi untuk pagi hari. Kenduri dipusatkan di rumah bayan. Kaum dusun bertindak sebagai juru bicara pada saat para warga kenduri sore hari dan pagi hari. Selain itu kaum juga bertugas mengucapkan doa untuk perlengkapan khusus sore hari dan perlengkapan khusus pagi hari. Pada saat melaksanakan tugas kaum mengucapkan doa yang cukup panjang. Selain itu bayan juga memberi sambutan sebelum saat kenduri untuk para warga pada pagi hari. Setelah kenduri berakhir para warga lalu pulang membawa perlengkapan kendurinya. Sampai di rumah perlengkapan kenduri tersebut disisihkan sebagian kecil untuk di bawa ke sawah. Pertunjukan wayang kulit dimulai sekitar pukul 10.00 hingga sore hari. Dalam rangka Aum panen para kepala keluarga juga menyiapkan perlengkapan kenduri yang ujud dan caranya sama dengan ketika menyelenggarakan Aum tandur. Demikian pula bayan juga menyediakan perlengkapan khusus seperti ketika Aum tandur. Kaum dalam melaksanakan tugas caranya sama dengan ketika aum tandur. Pada kesempatan ini kepala dusun juga menyampaikan sambutan. Khusus saat aum panen pertunjukan wayang kulit dilakukan dua tahap. Siang pertunjukan wayang kulit dilaksanakan seperti waktu aum tandur, kemudian pada malam harinya pertunjukan wayang kulit dilanjutkan hingga menjelang pagi.