Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Dawet Suronatan - Kota Madiun, Jawa Timur |
Dawet merupakan salah satu minuman tradisional yang mudah dijumpai dimana saja namun di Kota Madiun terdapat es dawet yang sudah melegenda yaitu Dawet Suronatan. Dawet ini diberi nama dengan Dawet Suronatan karena pertama kali buka di Kampung Suronatan dan meskipun sekarang sudah pindah di Jalan Merbabu namun nama Suronatan masih tetap melekat. Dawet Suronatan sangat legendaris karena tetap eksis sejak tahun 1962 hingga sekarang.
Maunah adalah penjual Dawet Suronatan yang pertama. Pada waktu itu tahun 1962 dan berjualananya masih di Kampung Suronatan. Seiring dengan ramainya pembeli, maka pada tahun 1970 Maunah bersama Markoen (suaminya) memindah lokasi jualannya di Jalan Merbabu No. 10 Kota Madiun dan depot tersebut bertahan hingga sekarang.
Setelah Maunah meninggal, usahanya tersebut diteruskan oleh anaknya yang bernama Sunarsih. Pada tahun 2003 hingga sekarang, usaha Dawet Suronatan dilanjutkan oleh Udhi Meilano (generasi ketiga) yang merupakan anak dari Sunarsih, cucu Maunah.
Resep dawet yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut masih terjaga hingga sekarang. Dawet Suronatan memiliki perbedaan dalam penyajiannya bila dibandingkan dengan dawet-dawet yang lain. Perbedaan tersebut tampak pada isiannya. Satu porsi Dawet Suronatan disajikan dalam mangkuk kecil. Bentuk penyajian dari Dawet Suronatan terdiri dari tape singkong, bubur sumsum, jenang ketan hitam, cendol berwarna pink yang terbuat dari tepung beras, sirup gula merah, santan, dan es batu. Seporsi Dawet Suronatan dapat diperoleh dengan harga Rp 10.000,-.
Dalam sajian Dawet Suronatan terdapat perpaduan rasa manis, gurih dan ada sedikit rasa masam yang menyegarkan. Rasa manis diperoleh dari bubur ketan hitam dan sirup gula merah, rasa gurih dari jenang sumsum dan santan sedangkan rasa masam diperoleh dari tape singkong. Depot Dawet Suronatan buka dari pukul 08.00 – 16.00 WIB setiap harinya.