Arsitektur Rumah Tradisional/Rumah “Klebun” - Pamekasan, Jawa Timur
Karya Budaya
Kemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya Sub
Arsitektur Tradisional
Kondisi Saat Ini
Masih Bertahan
Status Budaya
Pencatatan
Provinsi
Jawa Timur
Kabupaten
KAB. PAMEKASAN
Desa
-
RT/RW
-
Pelaku Komunitas
Inem Morenra
Narasumber
Zani Mudjijono, 1991/1992. arsitektur tradisional rumah Jawa Tmur Surabaya. Depdikbud, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. Proyek Inventarisasi dan pembinaan nilai-nilai budaya.
Sejarah:
.rumah Tradisional “Klebun” yaitu rumah pamong desa yang telah dipakai sebagai obyek studi penelitian (yaitu rumah seorang lurah di desa Larangan Luar). Menurut cerita cikal bakal daerah ini bernama :Singolaksono” (nama kecilnya “mider”) yang menjabat sebagai “klebun” atau kepala desa.
Deskripsi:
“Klebun” atau kepala desa yang berarti rumah “klebun” yaitu rumah kepala desa atau lurah yang berada di Kabupaten Pamekasan. Kompleks rumah ini terletak di perbukitan yang penuh dengan tanaman jeruk.
Bangunan yang berada di dalam kompleks ini ada langgar, kamar mandi, dapur, tempat cuci, kantor, pendopo, rumah tinggal lenglin, lumbung, rumah tinggal anak, tempat memandikan anak, pelatara.
Tipologi rumah klebun atap yang dipakai adalah pigun dan dindingnya bata putih. Adapun bentuk pintu pada bangunan tersebut pintu depan terbuka dan belakang tertutup. Dari susunan ruangan di tribun depan berupa campuran dari belerang yang tertutup dengan satu pintu.
Fungsi tiap-tiap ruangan teras depan (emperan) untuk menerima tamu atau tempat duduk tamu dan teras belakang untuk tempat tidur. Dalam ruangan ada 4 tiang utama penyangga atap rumah yang berbentuk pigura. Apabila keluarga ini anaknya sudah kawin, maka didirikan rumah disamping timur yang tdk berdampit. Kemudian belakang rumah berjejer ada dapur, lumbung, langgar dan kamar mandi. Di depan rumah ada pendopo untuk menerima tamu.