Upacara Adat Bersih Desa Mbah Bregas dilaksanakan berkaitan dengan masa panen. Warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani menggelar acara ini sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang diberikan berupa rezeki yang melimpah.
Selain itu upacara adat ini dilaksanakan untuk nguri-uri leluhur warga Ngino, yaitu Mbah Bregas. Menurut cerita Mbah Bregas adalah bangsawan Majapahit yang melarikan diri dan menjadi petapa. Pada suatu ketika ada wabah penyakit yang menyerang desa, kemudian si petapa tersebut memberi pengobatan kepada masyarakat. Dari sinilah si petapa mendapat julukan Mbah Bregas yang berarti bagas-waras (sehat). Pada versi lain yang lebih lengkap, konon Mbah Bregas merupakan cikal bakal penduduk Ngino dan merupakan pengikut setia Sunan Kalijaga yang mendapat tugas untuk menjaga dan menyebarkan Agama Islam di wilayah Desa Margoagung.